Hepatitis C ternyata memiliki beberapa perbedaan dengan hepatitis golongan B, yang juga wajib diwaspadai.

Tidak hanya hepatitis B yang harus diwaspadai, hepatitis golongan C pun wajib menjadi perhatian. Meskipun tingkat kematian mayoritas disebabkan oleh golongan B, namun bukan berarti hepatitis C dapat diabaikan. Menurut Prof. Dr. dr. David Handojono Muljono, SpPD, FINASIM, Phd, selaku perwakilan dari Komite Ahli Hepatitis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan, “Sebanyak 25% hepatitis golongan C dapat diprediksikan gejalanya, sedangkan 75% nya tidak dapat diprediksi, sehingga mereka rentan mengalami kanker hati pada fase seperti ini.”

Hepatitis sebenarnya dapat disembuhkan, namun biaya pengobatan dan treatment yang mahal membuat sebagian masyarakat (terpaksa) membiarkan penyakit tersebut menggerogoti tubuhnya. Oleh karena itu, untuk lebih lengkapnya, berikut beragam penjelasan seputar faktor penyebab, gejala, dan cara mengobati yang dapat Anda lakukan sebelum terlembat.


Faktor Penyebab Hepatitis C

Menurut dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, selaku dokter penyakit dalam sekaligus perwakilan dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, menjelaskan, “Tak berbeda jauh dengan hepatitis B, tipe golongan C ini juga disebabkan karena penggunaan jarum suntik yang tidak steril, seperti saat membuat tatto, tindikan, dan mengonsumsi obat terlarang yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Selain itu, penderita biasanya ditularkan karena faktor keturunan, hubungan seksual di luar nikah, transfusi darah, penggunaan sikat gigi secara bersama, dan pasangan homoseksual.”




Gejala Klinis Hepatitis C

“Gejala pada hepatitis B dan C dapat dikatakan sama, keduanya sangat sulit diprediksi. Namun, umumnya penderita akan mengalami penurunan nafsu makan, mual, muntah, warna urine yang berubah, dan mudah merasa lelah, sehingga Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah HCV. Tim dokter biasanya akan memberikan anti HCV yang merupakan obat antibodi terhadap virus hepatitis C,” imbuh dr. Irsan.


Pencegahan Hepatitis C

Penyakit hepatitis C ternyata dapat dicegah dengan berbagai upaya sederhana. “Sebaiknya Anda memiliki sikat gigi masing-masing, sehingga virus dan bakteri tidak mudah tertular. Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian dan tidak steril. Mengonsumis obat-obatan herbal seperti temulawak untuk meminimalkan—bukan menyembuhkan peradangan pada hati,” saran dr. Irsan.




Dapatkah Hepatitis C Disembuhkan?

“Berbeda dengan hepatitis B, golongan C masih dapat disembuhkan. Anda biasanya akan diberikan pengobatan Direct Acting Antivirus (DAA), yang merupakan terapi untuk pasien penderita hepatitis C. Hasilnya pun cukup memuaskan, karena tingkat kesembuhan mencapai 87 – 98%. Selain itu, pasien akan diberikan obat minum serta suntik yang harus dilakukan secara berkala,” tambah dr. Irsan. Ia pun menambahkan jika biaya pengobatan hepatitis C tergolong mahal, sehingga Anda sebaiknya melakukan pencegahan sebelum terlambat.


Efek Samping Pengobatan

Meskipun tingkat penyembuhan bisa mencapai hampir 100%, namun ternyata pengobatan ini memiliki efek samping yang perlu Anda perhatikan. “Para pasien biasanya mengalami flu dan demam, mual, anemia, serta perubahan mood yang tidak stabil. Sehingga para keluarga ataupun pasangan diharapkan mengerti kondisi pasien saat itu. Mereka dapat menjadi sangat sensitif ketika ada satu pikiran yang mampu membuatnya stres,” tutup dr. Irsan.

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai Sumber)