Stay in The know

Health & Body

Kenali 7 Hal Yang Menandakan Organ Intim Anda Tidak Sehat

Kenali 7 Hal Yang Menandakan Organ Intim Anda Tidak Sehat

Apakah Anda merasakan gejala-gejala ini pada organ intim? Waspadai dan cek segera, Glitzy!

Sebagai wanita Anda mungkin dihadapkan pada begitu banyak jenis perawatan kencantikan wajah dan tubuh. Sayangnya, banyak wanita yang hanya fokus merawat apa yang terlihat saja. Bahkan, tak sedikit wanita yang kurang telaten merawat bagian terpenting tubuhnya—organ intim atau miss V. 

Pengetahuan para wanita untuk menjaga dan merawat miss V masih tergolong rendah. Bahkan, wanita sering tidak peka dengan gejala yang ada yang menandakan bahwa bagian organ intimnya mulai tak sehat. Berikut ini 7 hal yang menjadi awal dari kondisi organ intim yang tidak sehat.  


Rasa Gatal dan Panas 

Jangan sepelekan rasa gatal dan panas (seperti terbakar) yang cukup intens di bagian miss V. Gejala ini dapat menjadi tanda awal jika miss V mengalami infeksi yang akhirnya menimbulkan jamur. 

“When the harmful bacteria outnumber the good bacteria in the vagina, the imbalance manifests itself through the physical symptom of itching and burning,” begitulah riset yang Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat).


Timbulnya Bau Tak Sedap

“A ‘fishy odor’ is one of the major symptoms of bacterial vaginosis. This discharge may especially occur after intercourse. Pregnant women who contract bacterial vaginosis run a risk of delivering their baby prematurely,” begitulah studi yang dituliskan International Journal of Women’s Health. 

Jika Anda mulai mencium aroma tak sedap pada bagian vagina yang disertai keluarnya cairan seperti keputihan secara terus menerus, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter—jangan ditunda lagi. (BACA: Kenali Penyebab Timbulnya Bau Tak Sedap Pada Organ Intim Anda)




Perubahan Warna Keputihan

Keputihan pada wanita masih bisa dianggap wajar jika tidak terlalu sering terjadi dan warnanya tidak pekat. Namun, keputihan perlu diwaspadai jika berlangsung terus-menerus dalam waktu lama disertai perubahan warna menguning hingga kecokelatan. Hal ini bisa berpotensi sebagai gejala awal dari kanker serviks. 

“If you experience brown or red discharge on normal days between periods, seek medical attention as it could be indicative of cervical cancer. If it occurs during early pregnancy, it could signify a miscarriage,” Centers for Disease Control and Prevention kembali mengungkapkan penelitiannya.


Terjadi Pendarahan

Biasanya gejala pendarahan dialami para wanita yang telah mengalami menopause. Miss V akan mengeluarkan cairan berwarna merah seperti saat menstruasi, padahal seharusnya mereka tidak lagi mengalami hal tersebut. 

Studi yang dituliskan International Journal of Reproduction, Contraception, Obstetrics and Gynecology, mengatakan gejala ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan beberapa penyakit di bagian rahim. “Another warning sign of an unhealthy vagina and related diseases, such as endometrial polyps (growths in the inner lining of the uterus) or endometrial or cervical cancer.” (BACA: 8 Hal Penting Yang Harus Anda Perhatikan Selama Masa Menstruasi).


Iritasi Pada Vagina

Iritasi pada daerah organ intim dapat membuat miss V cenderung kering dan tidak lembap. Jika iritasi tersebut berubah menjadi seperti luka bakar, sebaiknya jangan didiamkan. Hal ini dapat berdampak lebih lanjut menjadi infeksi saluran kemih. “Thinning of the vagina due to vaginal atrophy may lead to urinary tract infections. Seek medical attention if you experience painful intercourse at any age,” lanjut data dari Centers for Disease Control and Prevention.


Timbulnya Jerawat 

Aktivitas berat atau menggunakan celana dalam miss V dalam keadaan basah dapat membuat organ intim menjadi lembap. Hal ini berpotensi menimbulkan jerawat pada area miss V Anda. Jika jerawat tersebut dekat posisinya dengan klitoris dan berwarna cokelat gelap, maka Anda wajib berhati-hati. Benjolan tersebut mengandung banyak sekali bakteri yang memungkinkan terjangkitnya penyakit herpes.


Nyeri Saat Buang Air Kecil

Infeksi pada bagian saluran kemih ditandai dengan rasa sakit (perih) saat buang air kecil. Perut terasa anyang-anyangan dan ingin terus buang air kecil. Jika Anda mulai merasa tak nyaman dan merasakan gejala ini jangan tunda ke dokter. Semakin lama membiarkannya, semakin tinggi potensi penyakit yang terjadi dan semakin rasa sakit semakin terasa. 

WAJIB BACA: Rawat dan Jaga Kebersihan Organ Intim Anda Dengan 7 Langkah Ini

(Elizabeth Puspa, Images: Berbagai sumber)

Author:

You Might Also LIke