×

Stay in The know

Health & Body

Jika Tidak Dijaga dengan Baik, Hipertensi Bisa Menjadi Penyebab Utama Gagal Ginjal!

Jika Tidak Dijaga dengan Baik, Hipertensi Bisa Menjadi Penyebab Utama Gagal Ginjal!
Mondials Anindhita

Sat, 19 October 2019 at 16.05

Gerakan Peduli Hipertensi: “Kendalikan Hipertensi Sayangi Ginjalmu”.

Durasi baca: 55 detik.


Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang bisa meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Tidak hanya itu, di Indonesia hipertensi jug bisa menjadi beban biaya kesehatan. Oleh karena itu, Bayer Indonesia mendukung Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) atau Indonesian Society of Hipertension (InaSH) untuk melakukan progam Gerakan Peduli Hipertensi dengan mengadakan serangkaian edukasi publik.

(BACA JUGA: Pantang Garam Bagi Hipertensi Tidak Selalu Benar. Benarkah?)


“Bayer sangat mendukung Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia / InaSH terkait program Gerakan Peduli Hipertensi. Bayer melakukan serangkaian edukasi publik melalui media massa dengan menghadirkan Para Dokter Ahli di bidang hipertensi dan komplikasinya terhadap organ penting terkait”, ujar Angel Michael Evangelista, selaku Presiden Direktur Bayer Indonesia. 


Hipertensi bisa menjadi penyeba risiko kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah besar (aorta), dan pembuluh darah tepi yang mengakibatkan kecacatan dan kematian. Di Indonesia sendiri, prevelensi hipertensi meningkat menjadi 34,1% di tahun 2018, sedangkan di tahun 2013 sebesar 27,8%. 


Tidak hanya itu, data dari Indonesian Renal Registry 2017 (IRR) juga menunjukkan bahwa hipertensi menjadi penyebab utama gagal ginjal sehingga harus menjalani cuci darah (dialisis). Sementara itu, penyakit ginjal kronik dapat memperburuk hipertensi yang tidak terkontrol karena ekspansi volume dan peningkatan resistensi perifer pembuluh darah.



(Foto: Bayer Indonesia)


Ditemui di Jakarta (17/10/2019/, Dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, FINASIM, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) mengatakan, “Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah ke seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah ginjal menjadi menebal dan kaku (atherosclerosis). Kondisi ini menyebabkan suplai darah berkurang ke organ-organ penting seperti ginjal”.


“Tekanan darah tinggi juga merusak unit penyaringan kecil di ginjal (nephron) yang mengakibatkan proses penyaringan di ginjal akan terganggu, sehingga fungsi ginjal sebagai penyaring dan pembuang racun-racun sisa metabolisme akan terganggu yang berakibat menumpuknya racun-racun dan cairan di dalam darah dan seluruh tubuh. Cairan berlebih dalam pembuluh darah akan meningkatkan tekanan darah lebih tinggi lagi”, tambah Dr. Tunggul.


Perlu diingat, gagal ginjal merupakan salah satu bentuk kecacatan organ permanen yang menakutkan disebabkan oleh hipertensi yang seharusnya dapat dihindari. Biasanya penderita gagal ginjal akan kehilangan hari produktif dan kualitas hidup yang akan sangat menurun bahkan risiko kematian dapat terjadi. 


Oleh karena itu, ketika seseorang terdiagnosis hipertensi maka cara untuk mengendalikan tekanan darahnya adalah tidak boleh menghentikan obat-obat hipertensi walaupun tekanan darahnya sudah stabil dan normal.


(Mondials Anindhita, foto: Bayer Indonesia)

You Might Also LIke