Stay in The know

Health & Body

Selain Alkohol, Inilah 3 Jenis Antiseptik yang Wajib Anda Ketahui

Selain Alkohol, Inilah 3 Jenis Antiseptik yang Wajib Anda Ketahui

Bahkan, ada jenis antiseptik yang dapat dijadikan obat kumur

Durasi baca: 1 menit.


Ketika mengalami luka di kulit atau fisik, kebanyakan orang biasanya menggunakan alkohol 70 persen sebagai antiseptik untuk membersihkan luka tersebut. Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri, terutama saat luka.


Karena, ketika Anda mengalami luka dan tidak dibersihkan dengan antiseptik, kemungkinan besar pertumbuhan bakteri akan pesat dan membuat luka tersebut mengalami infeksi. Sayangnya, banyak orang tidak menyukai alkohol untuk membersihkan luka di tubuh mereka karena efek perih yang diberikan.


Banyak orang merasa tidak tahan dan lebih memilih untuk langsung memberikan obat luar pada luka tersebut. Padahal, selain menghentikan pertumbuhan bakteri, menggunakan antiseptik untuk membersihkan luka juga dapat menurunkan risiko bekas hitam pada kulit, pasca luka tersebut sembuh.

(BACA JUGA: Sering Gunakan Antiseptik Pembersih Organ Intim, Amankah?)




Jika Anda adalah salah satu orang yang tidak menyukai alkohol untuk membersihkan luka, tandanya wajib membaca artikel yang satu ini. Sebab artikel berikut ini akan membahas lebih lanjut soal jenis-jenis antiseptik yang bisa Anda gunakan untuk membersihkan luka selain alkohol. Jadi, pastikan Anda memiliki salah satunya di rumah untuk jaga-jaga jika mengalami luka luar.


MINOL

Jenis antiseptik untuk membersihkan luka yang pertama adalah minol. Minol adalah minyak yang dihasilkan oleh olahan tumbuh-tumbuhan. Minol memiliki wangi yang khas dan memiliki khasiat luar biasa untuk membersihkan, mengobati, dan mengeringkan luka di kulit. Seperti lecet karena jatuh, luka bakar, hingga gangguan lain. Mulai dari memar, bengkak, otot kejang, dan lain sebagainya.


FENOL

Jenis antiseptik untuk membersihkan luka yang kedua adalah fenol. Fenol biasa ditemukan dalam sabun atau scrub antiseptik, hingga obat kumur. Karena dapat dijadikan obat kumur, maka fenol umumnya tidak memiliki efek perih saat dioleskan ke atas luka. Sehingga dapat menjadi solusi bagi Anda yang tidak menyukai alkohol.


IDHOPOR

Jenis antiseptik untuk membersihkan luka yang ketiga adalah idhopor. Idhopor adalah antiseptik yang dapat digunakan sebagai obat topikal guna mencegah infeksi. Idhopor, bisa dibilang menjadi antiseptik yang paling dikenali karena terkandung di dalam obat Betadine. 


Idhopor memiliki warna yang khas, yakni kuning kecokelatan. Karena itu, dibandingkan dengan antiseptik yang lain idhopor dinilai lebih unggul. Sebab saat dioles ke atas luka, Anda bisa melihat dengan jelas apakah semua luka sudah tertutup idhopor atau belum. Sehingga, risiko luka mengalami infeksi juga semakin menurun.


(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/brian patrick tagalog, pixabay.com/saulhm)

Author:

You Might Also LIke