Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Durasi baca: 1 menit.


Tahukah Anda, kalau tanggal 12 September lalu, diperingati sebagai First Aid World Day atau Hari Pertolongan Pertama Sedunia. Hari peringatan ini dibuat supaya orang bisa paham bahwa pertolongan pertama saat tubuh mengalami luka, terutama karena kecelakaan itu adalah penting.


Bukan hanya aksinya, tapi juga caranya. Sebab, jika tubuh mengalami luka dan tidak mendapat pertolongan pertama yang tepat, maka luka karena kecelakaan tersebut bisa berakhir lebih parah. Salah satunya adalah infeksi.


Terkait dengan hal tersebut, brand kesehatan Hansaplast yang selama ini memang dikenal sebagai merek obat-obatan serta alat untuk membersihkan sekaligus menjaga luka, mengadakan seminar secara digital untuk membahas soal tata cara pertolongan pertama pada pasien atau orang yang mengalami luka karena kecelakaan.


“Sebelum kita membahas soal cara penanganan atau pertolongan pertama pada luka, saya mau menjelaskan dulu tentang luka itu apa sih? Karena banyak orang suka salah. Intinya luka itu adalah ketika kulit lapisan luar yang harusnya melindungi kulit bagian dalam itu terpapar alias robek,” ujar dokter Adisaputra Ramadhinar selaku Dokter Spesialis Luka.


“Luka sendiri macam-macam penyebabnya. Tetapi, apakah luka itu akan menjadi parah, lambat sembuhnya atau cepat sembuhnya, itu semua tergantung pada proses penyembuhannya. Itulah mengapa, ketika tubuh mengalami luka harus ditangani dengan tepat. Supaya luka tersebut tidak mengalami komplikasi,” tambah dokter Adi.

(BACA JUGA: Cara Menghilangkan Bekas Luka di Kaki) 


Lewat seminar tersebut terungkap fakta menarik. Bahwa konon 80 persen lebih orang di Indonesia, mengalami luka saat sedang beraktivitas. Dari 70 persen itu, 42 persen disebut mengalami luka saat di perjalanan. Mungkin kecelakaan motor, mobil, atau saat sedang berolahraga seperti sepeda, dan lain sebagainya.


Lalu 36 persen lainnya disebut mengalami luka saat berada di rumah. Terakhir 5 persen saat berada di sekolah, khususnya untuk anak-anak. Dokter Adi mengungkapkan, bahwa merawat luka dan pandemi corona itu ada korelasinya. 


“Selama pandemi semua orang jadi rutin menjaga kebersihan dan kesehatan diri masing-masing. Seperti rutin cuci tangan, pakai hand sanitizer, semprot-semprot disinfektan, kalau batuk atau bersin harus jauh dari orang lain, dan lain sebagainya. Padahal, kebiasaan seperti ini sudah diterapkan dalam hidup kita sejak kecil kan? Tetapi karena kita belum pernah mengalami masalah, jadi ignorance.”


“Ketika pandemi karena COVID-19 hadir, semua orang jadi sadar akan etika dan menjaga kebersihan serta kesehatan tubuh itu penting. Begitu juga dengan luka. Banyak orang, masih menyepelekan kalau tubuhnya mengalami luka. Karena mereka, tidak pernah melihat bentuk-bentuk luka yang mohon maaf, bolong, bernanah, belatungan, basah terus nggak sembuh-sembuh. Oleh sebab itu, di sini bersama Hansaplast saya ingin kasih tahu bahwa merawat luka secara benar itu adalah hal yang penting.”