Mengonsumsi jamu setelah melahirkan bisa membantu proses penyembuhan pasca melahirkan. 

Durasi baca: 1 menit.

Perjuangan seorang ibu tidak berhenti setelah ia melahirkan. Bukan hanya punya visi dan misi untuk membesarkan buah hatinya dengan baik, ibu yang baru saja melahirkan juga perlu memperbaiki kondisi tubuhnya yang lelah dan sakit pasca melahirkan.

Berbagai cara sebetulnya bisa dilakukan oleh ibu yang baru saja melahirkan untuk memperbaiki kondisi tubuhnya. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi jamu setelah melahirkan. Jamu setelah melahirkan juga ada beberapa jenis.

Mulai dari yang diminum sampai jamu setelah melahirkan untuk penyembuhan dari luar. Berikut adalah daftar jamu setelah melahirkan yang perlu diketahui dan dicoba oleh ibu hamil atau yang baru saja melahirkan:

(BACA JUGA: Ketahui Jenis Minuman dan Jamu Pelancar Haid di sini!) 




JAMU TAPEL

Jenis jamu setelah melahirkan yang pertama adalah jamu tapel. Jamu tapel, adalah jenis jamu yang berfungsi untuk mengecilkan, mengencangkan, sekaligus menghangatkan perut ibu setelah melahirkan.

Jamu tapel merupakan hasil olahan dari berbagai jenis bahan tradisional. Seperti tepung beras, kencur, adas, pulosari, bangle, klabet, kayu manis, dan jahe. Semua bahan ini ditumbuk bersama-sama hingga halus. Setelah itu, campurkan jamu ini dengan air kapur sirih dan air perasan jeruk nipis.

Setelah itu langsung balurkan jamu tersebut ke perut Anda. Agart jamu bisa bertahan, ikat dengan gurita/stagen/bengkung. Namun, jamu ini hanya cocok untuk diaplikasikan oleh ibu yang melahirkan secara normal.

Sebab, jika ibu yang melahirkan secara caesar berisiko mengalami infeksi pada luka pasca melahirkan, jika menempelkan jamu ini ke area perut mereka.