×

Stay in The know

Health & Body

Inilah Ancamannya Jika Anda Terlalu Lama Bekerja di Depan Komputer

Inilah Ancamannya Jika Anda Terlalu Lama Bekerja di Depan Komputer
Saskia Damanik

Tue, 1 March 2016 at 15.57

Tak hanya melelahkan mata, terlalu lama di depan layar komputer dapat memperbesar resiko kematian.

Rata-rata, Anda memiliki jam kerja dari pukul 8.00 hingga 17.00 dalam satu hari. Dengan perhitungan tersebut, kurang lebih Anda akan duduk dan memandangi layar komputer kurang lebih selama 7 jam—setelah dipotong jam istirahat. Selama itu pula, Anda akan menghabiskan waktu dengan duduk di kursi kerja, bukan?

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa bila didiamkan terus menerus, ancaman resiko kematian bisa menghampirinya. Penelitian ini sudah banyak dilakukan, salah satunya oleh Dr. Antronette Yancey, penulis buku Instant Recess: Building a Fit Nation 10 Minutes at a Time sekaligus professor kesehatan masyarakat dari UCLA. “We just aren't really structured to be sitting for such long periods of time, and when we do that, our body just kind of goes into shutdown,” ucaapnya, dikutip dari situs Webwriterspotlight.com. 

Lalu, apa saja sebenarnya resiko yang mengancam jika menghabiskan waktu terlalu lama duduk di depan layar komputer? Ini dia rangkuman GLITZMEDIA.CO untuk Anda.


Computer Vision Syndrome (CVS)

Seorang ophthalmology, dr. Robert Abel Jr., mengungkapkan bahwa duduk lama di depan layar komputer dapat menyebabkan CVS. CVS berkaitan dengan ketegangan yang terjadi pada otot mata. Anda akan merasakan rasa lelah hingga terbakar di area mata yang tak nyaman, pandangan kabur, mata terlalu kering atau basah, hingga sensitif dengan cahaya. Selain itu, tentu rabun jauh juga menjadi resiko yang mengancam. Buktinya, selama 25 tahun terakhir pasien rabun jauh meningkat dari 25% menjadi 42%.


Pegal Linu

Tentu, Anda tak perlu para ahli yang menyampaikan bahwa duduk terlalu lama di depan komputer membuat tubuh menjadi pegal. Dalam jangka panjang, pegal-pegal yang awalnya dianggap sepele ini, dapat menyebabkan peradangan pada tulang belakang dan rasa pusing berlebih. Tak heran jika selalu merasa lelah sepulang kerja, walaupun sepertinya Anda hanya duduk seharian.


Menggendut

Anda pasti langsung membelalak saat membaca poin ketiga ini—and so do we. Menurut dr. Yancey, kerja otot menjadi berat karena seseorang terlalu lama duduk. Aktivitas kelistrikan dalam tubuh bekerja lebih berat dan hal ini merusak sistem metabolisme tubuh. Akibatnya, tentu saja pencernaan tidak bekerja dengan baik dan angka berat badan pun melonjak naik.


Menjadi Bodoh

Bekerja harusnya membuat seseorang semakin pintar karena otak yang bekerja setiap hari. Namun, duduk di depan komputer terlalu lama menyebabkan antonim dari kepintaran—alias kebodohan. Hal ini dibuktikan oleh Sabine Schaefer, seorang ilmuwan asal Max Plank Institute for Human Development di Jerman. Menurutnya, berjalan dan bergerak dapat membuat energi Anda tersalurkan sehingga memicu otak untuk berpikir. Sebaliknya, duduk membuat adanya penumpukan energi yang mengakibatkan rasa lemas dan malas berpikir. At the end you’ll get dumber, Glitzy.


Menimbulkan Penyakit Kronis

Pada poin sebelumnya, GLITZMEDIA.CO telah menyampaikan bahwa duduk di depan komputer terlalu lama mengacaukan sistem metabolisme. Tak hanya membuat Anda menggemuk, hal ini pun dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti sakit jantung, hipertensi, diabetes, stroke, hingga kanker. 

Faktanya, pendataan dari situs Seer.Cancer.com menunjukkan saat seseorang duduk secara terus menerus selama dua jam di depan komputer atau televisi, maka hal tersebut meningkatkan resiko kanker paru-paru sebanyak 6%, kanker usus sebesar 8%, dan kanker rahim sebesar 10%. Tak hanya itu, resiko penyakit jantung pun akan meningkat sebanyak 64% dan diabetes sebanyak 18% jika Anda menghabiskan waktu di depan komputer lebih dari 11 jam per hari.


Mood Disorder

Anda mungkin mengira bahwa duduk bekerja terus menerus di depan layar membuat Anda lebih produktif, namun faktanya hal tersebut justru mengurangi produktivitas seseorang. Alasannya, duduk lama di depan komputer memicu terjadinya gangguan suasana hati (mood disoreder) seperti stres hingga depresi. Jadi, duduk terlalu lama di depan komputer tak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, namun juga stabilitas emosi seseorang.


Meningkatnya Resiko Kematian

Penelitian yang dilakukan oleh Hidde P. van der Ploeg, PhD., dan rekan-rekannya membuktikan bahwa duduk terlalu lama meningkatkan kematian sebesar 40%. Ini berarti, Anda memotong kurang lebih tujuh tahun masa hidup hanya dengan duduk selama lebih dari 11 jam per hari. Bila durasi ini terus-menerus dilakukan setiap hari, maka hanya butuh waktu tiga tahun untuk mengakhiri hidup seseorang. Mengerikan, bukan?


Fakta-fakta di atas harus membuat kita sadar bahwa duduk seharian di depan komputer perlu dihindari. Namun, bukan berarti ini menjadi alasan Anda untuk selalu meninggalkan meja kerja, Glitzy. (BACA: Hindari Bahaya Duduk Terlalu Lama di Depan Komputer Dengan Cara Ini).

(Shilla Dipo, Images: Corbis)

You Might Also LIke