×

Stay in The know

Health & Body

Ini Efek Samping Membersihkan Organ Intim Dengan Cara Douching

Ini Efek Samping Membersihkan Organ Intim Dengan Cara Douching
Saskia Damanik

Wed, 22 July 2015 at 11.04


Menjaga kesehatan organ intim atau daerah kewanitaan adalah kewajiban untuk semua wanita. Di sisi lain, kemajuan teknologi membuat cara membersihkan organ intim bervariatif dan lebih mudah dilakukan. Sayangnya, tak semua teknologi memiliki efek baik untuk kesehatan Anda. Salah satu cara membersihkan organ intim wanita yang belakangan ini cukup banyak diperbincangkan adalah Douching. 

Glitz Media mengajak Anda untuk cari tahu lebih dalam tentang Douching dan efek buruknya untuk kesehatan organ intim atau daerah kewanitaan Anda. 


Apa Itu Douching?

Vaginal Douche atau Douching merupakan salah satu teknik membersihkan organ intim (vagina). Berasal dari bahasa Prancis, Douche, yang artinya membasuh atau menyeka, teknik ini dikenal dengan nama pencucian vagina.

Berbeda dengan membersihkan vagina yang biasa kita lakukan dari luar, cara kerja Douching seperti menyemprotkan cairan pembersih ke dalam vagina melalui sebuah tabung/botol/kantong. Pemakaiannya tinggal menekan bagian tengah tabung/botol/kantong agar cairan pembersih tersebut keluar. 

Teknik yang cukup populer di kalangan wanita Amerika Serikat berusia 15-44 tahun ini, dipercaya dapat membersihkan organ intim wanita, menghindari wanita dari penyakit seksual menular, mengharumkan vagina, menghilangkan bau, dan mencegah kehamilan. 


Apa Bahayanya Douching?

Secara penglihatan cara kerja Douching cepat dan mudah, tapi teknik ini memiliki cairan pembersih—umumnya dijual di pasaran—yang mengandung campuran air dan vinegar, baking soda, atau iodine. Cairan-cairan inilah yang memberikan efek buruk untuk organ intim atau vagina Anda.

Cairan yang digunakan dalam teknik Douching tersebut juga tidak memiliki pH yang seimbang sehingga akan mengganggu dan mematikan flora normal (bakteri baik) di dalam organ intim. Seperti yang kita ketahui, flora normal inilah yang justru berfungsi mencegah berkembangnya bakteri jahat. 

Selain itu Douching juga dapat menyebabkan kekeringan pada vagina, infeksi jamur hingga menuju rahim, penyakit radang panggul, mengurangi potensi kehamilan, hingga kanker serviks. Oleh sebab itu, teknik Douching tidak disarankan oleh para dokter kandungan dan dokter spesialis kelamin untuk digunakan para wanita.


Fakta Lain Seputar Douching

Hasil penelitian dari jurnal Environmental Health menyebutkan bahwa wanita yang melakukan Douching setidaknya 2 kali dalam sebulan, memiliki 152% lebih banyak urin yang mengandung zat kimia. American Journal of Public Health juga menyebutkan bahwa Douching dapat menurunkan keberhasilan kehamilan sebanyak 30% dan membahayakan kondisi wanita hamil.

Jika Glitzy merasakan hal yang tidak mengenakkan pada organ intim Anda, seperti keputihan hingga bau tak sedap, sebaiknya konsultasikan diri ke dokter. Douching boleh dilakukan jika direkomendasikan oleh dokter—itu pun harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Organ intim kita (vagina) memiliki kemampuan membersihkan sendiri, jadi Anda tak perlu melakukan teknik pembersihan yang menggunakan sembarang cairan atau kandungan lainnya. Yuk, sayangi organ intim Anda dan peliharan kesehatannya.


(Kissy Aprilia/Saskia Damanik, Image: Corbis)

You Might Also LIke