×

Stay in The know

Health & Body

Ini Alasannya Mengapa Orang Yang Terlalu Sering Mengakses Media Sosial Mudah Depresi

Ini Alasannya Mengapa Orang Yang Terlalu Sering Mengakses Media Sosial Mudah Depresi
Saskia Damanik

Fri, 30 December 2016 at 14.00

Hindari penggunaan media sosial secara berlebihan, karena berdampak pada kesehatan jiwa.

Media sosial, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, Snapchat, dan sebagainya, kini menjadi bagian hidup dan rutinitas dari mayoritas masyarakat urban. Tak dapat dipungkiri pula jika media sosial memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan seseorang. Bahkan mungkin Glitzy lebih memilih ketinggalan dompet daripada lupa membawa ponsel ketika berpergian. Kehadiran media sosial tak selamanya buruk. Ajang bersosialisasi di dunia maya lebih mudah khususnya untuk menjalin komunikasi dengan teman dan kerabat yang jauh dan tidak satu lokasi dengan Anda. 

Lagi-lagi sesuatu yang berlebihan akan memberikan dampak negatif. Begitu pula dengan ketergantungan menggunakan ponsel untuk mengakses media sosial. Brian A. Primack, M.D., Ph.D., yang merupakan penulis dan peneliti senior dari Pitt’s Center for Research on Media, Technology, and Health, mengkaji dan membuat penelitian. Ia menyimpulkan bahwa orang-orang yang terlalu sering mengakses media sosial, ternyata memiliki potensi lebih besar terkena depresi dibandingkan mereka yang tidak. 

Primack mengumpulkan peserta yang mengakses media sosial selama satu jam dalam sehari. Hasilnya, lebih dari seperempat peserta mengalami indikasi depresi tinggi. “The participants used social media 61 minutes per day and visited various social media accounts 30 times per week on average. What made the study alarming was that more than a quarter of the participants were classified as having high indicators of depression,” ungkap Primack. 

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke