Mari berkenalan dengan infeksi saluran kemih yang lebih sering dialami oleh perempuan ini.  

Durasi baca: 1 menit


Pernahkah Anda merasa kurang nyaman saat buat air kecil atau bahkan bermasalah saat berkemih? Sebut saja mulai dari buang air kecil sedikit-sedikit namun terasa tidak tuntas, atau bahkan terasa nyeri saat buang air kecil. Hmm...bisa jadi Anda mengalami infeksi saluran kemih atau ISK.


Dilansir dari laman klikdokter.com, infeksi ini merupakan salah satu infeksi yang sangat umum terjadi pada setiap orang. Terutama perempuan dibanding laki-laki. Hmm...kok bisa ya? Sebelum melangkah lebih lanjut, mari berkenalan lebih lanjut dengan ISK

(BACA JUGA: Dampak Buruk Jika Terlalu Sering Menahan Buang Air Kecil)



APA ITU ISK?

ISK adalah infeksi tubuh yang terjadi di sistem kemih seperti ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra. Namun, biasanya ISK terjadi pada kandung kemih dan uretra.

Di Indonesia, orang cenderung lebih familiar dengan istilah anyang-anyangan. Buang air kecil terasa sakit dan panas,” jelas dr Karin Wiradarma dari Klikdokter.


Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk dari luar ke dalam saluran kemih melalui uretra. Biasanya, infeksi ini disebabkan oleh bakteri E.coli.


Bakteri E.coli ini sebenarnya hidup di usus dan tidak menimbulkan masalah. Bakteri ini akan menimbulkan masalah jika masuk ke kandung kemih.


APA SAJA GEJALANYA?

Infeksi saluran kemih pada orang dewasa akan menimbulkan sensasi tidak nyaman. Misalnya rasa nyeri atau sensasi seperti terbakar saat buang air kecil, rasa tidak nyaman di perut bagian bawah atau panggul, frekuensi buang air kecil meningkat namun urine yang keluar sedikit, demam, urine berbau tidak sedap atau berwarna gelap, hingga terdapat darah di dalam urine.


APA FAKTOR RISIKO TERJADINYA INFEKSI SALURAN KEMIH?

Ada berbagai faktor risiko terjadinya infeksi saluran kemih, apalagi pada perempuan. Hubungan seksual, iritasi sabun, perubahan hormon saat hamil dan masa menopause, serta cara membersihkan area kewanitaan yang salah bisa menjadi faktor risiko terjadinya ISK.


Saat membersihkan area kewanitaan, lakukan gerakan satu arah yaitu dari depan ke belakang. Jangan lakukan gerakan bolak balik yang malah membuat bakteri dari anus terdorong ke depan.


Penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom yang mengandung zat tertentu pun dapat meningkatkan iritasi dan risiko bakteri tumbuh di area vagina. Studi prospektif yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa perempuan yang aktif secara seksual dapat mengalami ISK karena pasangannya menggunakan alat kontrasepsi (kondom) yang mengandung spermisida.

(BACA JUGA: Cara Mengatasi Anak Mengompol)



BAGAIMANA AGAR TERHINDAR DARI INFEKSI SALURAN KEMIH?

Rasa tidak nyaman saat mengalami ISK tentu membuat Anda perlu berhati-hati menjaga kesehatan. Apalagi di era pandemi Covid-19 ini. Enggan rasanya jika harus berurusan dengan penyakit bahkan ke rumah sakit sekalipun.

(BACA JUGA: Sakit Perut Bagian Bawah saat Hamil 9 Bulan)



Agar terhindar dari ISK, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan:


- Jangan menunda keinginan untuk buang air kecil

- Kenakan pakaian dalam bersih berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Hindari penggunaan celana yang terlalu ketat atau busana berbahan nilon karena dapat membuat kulit menjadi lembap dan memicu terjadinya bakteri.

- Biasakan buang air kecil setelah dan sebelum berhubungan seksual.

- Minum air mineral minimal delapan gelas sehari.



- Konsumsi buah Cranberry yang kaya akan antioksidan dan mengandung bahan aktif proantocyanidin (PAC). Bahan aktif PAC membantu mencegah bakteri E-coli menempel pada dinding epitel saluran kemih yang dapat menyebabkan ISK.


(Anggia Hapsari, foto: GLITZMEDIA.CO. Sumber: Uricran.co.id, klikdokter.com)

 https://www.klikdokter.com/penyakit/infeksi-saluran-kemih

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3614719/sering-beser-di-malam-hari-bisa-jadi-gejala-penyakit-ini