×

Stay in The know

Health & Body

Hati-hati! Unggahan di Media Sosial dapat Picu Depresi

Hati-hati! Unggahan di Media Sosial dapat Picu Depresi
Ayu Utami

Wed, 30 August 2017 at 08.45

Simak 3 langkah hindari depresi akibat media sosial


Mungkin, banyak yang pernah mengalami rasa ‘ketinggalan zaman’ saat sedang menelusuri linimasa akun media sosial. Foto unggahan teman di media sosial mengenai cincin pernikahan, kehamilan, hingga makanan-makanan yang menggiurkan ternyata juga dapat memicu FOMO (Fear Of Missing Out). 


FOMO merupakan salah satu jenis depresi saat munculnya ketakutan ketika melihat orang lain (di media sosial) lebih bahagia daripada dirinya. Selain itu, jenis depresi ini juga membuat munculnya rasa takut akan tertinggal informasi terbaru dan membuat seseorang tersebut mengevaluasi hidupnya kembali. Dalam inforgrafis “How To Prevent Social Media Depression”, penulis Nicola Brown menjelaskan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan seseorang di dunia maya, semakin besar kemungkinan ia merasakan ‘kehilangan’.


Hal tersebut dimulai pada saat seseorang membandingkan diri dengan ‘tetangga maya’. Dengan membandingkan kehidupan tersebut, penderita FOMO merasa lebih tertekan. Padahal, foto dan status yang disebarkan oleh seseorang hanyalah hal-hal yang dianggap baik dan penting dalam kehidupan mereka. Selebihnya, kesulitan dan kesedihan tidak pernah ditampilkan. Sebuah studi tahun 2015 pun menemukan bahwa gambar dan cerita kekerasan tentang perang dan konflik di media sosial bahkan dapat menyebabkan sebagian orang mengalami gejala PTSD—gangguan kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami. Untuk mengatasi hal tersebut, Brown menyarankan 3 cara menghindari depresi pada media sosial: 

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke