Bagi sebagian besar perempuan, memasak adalah kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan. Mungkin tidak benar-benar tujuh hari dalam seminggu, namun setiap perempuan pasti ingin menyajikan makanan lezat di meja makan untuk keluarganya. 

Umumnya modal cara memasak kita diturunkan oleh sang ibu atau ayah yang secara langsung diajarkan ke kita—atau minimal kita melihat aksi mereka di dapur dan mencontohnya. Makanya, tak semua metode memasak kita pahami dengan benar seperti layaknya chef profesional. 

Yang lebih penting dari rasa lezatnya rasa makanan justru adalah cara memasak makanan yang bisa merusak nutrisinya. Efek sampingnya, makanan justru bisa membahayakan kesehatan Anda. Hindari sedini mungkin dengan melakukan tip dari Glitz Media ini. 


Minyak Terlalu Panas

Masaklah makanan saat minyak tidak terlalu panas—jangan sampai minyak berasap. Minyak yang melewati titik panasnya akan teroksidasi dan terpolimerisasi menghasilkan zat-zat radikal bebas dan minyak trans yang berbahaya bagi kesehatan hingga memicu penyakit kanker. Oleh sebab itu, Anda perlu memerhatikan tingkat suhu panas minyak saat menggoreng.


Merebus Sayur Saat Mendidih

Banyak yang masih melakukan cara ini di mana sayur dimasak dengan memasukkannya ke dalam air mendidih atau memasaknya dari air bersuhu ruang hingga mendidih. Padahal hal inilah yang menyebabkan kandungan vitamin B dan C pada sayur menjadi hilang. Seharusnya, Anda cukup masukkan sayur saat air mulai berbuih kecil dan segera matikan saat air sudah mendidih. Walaupun tekstur sayur masih sedikit keras, namun sayur seperti inilah yang memiliki kandungan nutrisi yang baik. Tak usah khawatir dengan bakteri, karena bakteri dan cacing sudah mati di suhu air 60 derajat Celcius, kok, Glitzy.


Terlalu Sering Mengaduk Makanan

Mengaduk makanan terlalu sering dapat memudahkan proses penguapan nutrisi. Selain itu, makanan menjadi mudah lembek dan teksturnya pun rusak. Tak hanya itu, mengaduk makanan terlalu sering juga membuat rasa dari makanan tidak keluar sehingga terasa hambar dan kurang sedap.


Memasak Makanan Dengan Panci Terlalu Penuh

Memang cara ini dinilai lebih praktis oleh banyak perempuan memasak. Namun, panci yang terlalu penuh bisa membuat proses memasak menjadi lebih lama. Karena terlalu lama tadi, kandungan nutrisi dalam makanan menjadi hilang dan makanan pun menjadi lebih lembek.


Langsung Memotong Daging Usai Dimasak

Setelah proses memasak selesai, daging akan mengeluarkan cairan asli dari dalamnya (biasa disebut jus). Dalam keadaan ini sebaiknya Anda mendiamkan daging terlebih dulu di dalam wadah, agar nutrisi yang terkandung di dalam jus meresap ke seluruh serat daging. Jika Anda memotongnya secara cepat, maka jus tersebut akan terbuang sia-sia di dalam wadah yang Anda gunakan dan membuat daging lebih alot.  


Menggunakan Wajan Anti Lengket Dengan Temperatur Tinggi

Temperatur terlalu tinggi dapat menyebabkan wajan anti lengket mengeluarkan PFC (perfluorocarbon). Kandungan ini menjadi salah satu pemicu timbulnya sel kanker. Agar Anda tetap bisa memasak dengan aman, periksalah temperatur yang disarankan oleh produsen wajan yang tertera pada instruksi penggunaannya.


Menggunakan Spatula Besi Pada Wajan Anti Lengket

Spatula besi menyebabkan mudahnya timbul goresan pada wajan anti lengket. Timbulnya goresan ini berarti membuat PFC menjadi lebih cepat muncul saat proses memasak. Oleh karena itu, gunakan spatula berbahan kayu atau selain besi untuk menghindari goresan pada wajan anti lengket.


Tidak Menutup Panci Saat Merebus

Saat merebus, gunakan penutup panci agar nutrisi tidak menguap ke udara bebas. Selain menjaga nutrisi agar tetap terkandung di dalam makanan, menutup panci saat merebus juga membuat air lebih cepat mendidih sehingga mempersingkat waktu memasak dan menghemat bahan bakar.

(Shilla Dipo, Image: Corbis)