×

Stay in The know

Health & Body

Difteria: Penyakit Mematikan Seperti Flu yang Menyerang Anak Hingga Dewasa

Difteria: Penyakit Mematikan Seperti Flu yang Menyerang Anak Hingga Dewasa
Anggia Hapsari

Wed, 20 November 2019 at 09.02

Mari berkenalan lebih jauh dengan penyakit difteria yang seringkali dianggap sebagai flu biasa. 

Durasi baca: 1 menit


Bisa jadi Anda seringkali menyepelekan sakit flu—walaupun sudah satu minggu tak kunjung sembuh. Banyak orang yang masih menganggap bahwa penyakit dengan gejala seperti flu akan mudah sembuh dengan beristirahat saja. 


Padahal, ada sebuah penyakit yang dapat mengancam nyawa Anda atau orang-orang tersayang, dengan gejala yang mirip dengan flu biasa. Penyakit ini dikenal dengan difteria.

(BACA JUGA: Sakit Perut Pada Anak)


APAKAH DIFTERIA? 

Difteria atau diphteria adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri corynebacteriup diptheriae. Infeksi ini dapat menyebabkan terdapatnya penebalan di bagian belakang tenggorokan. Jika didiamkan terus menerus, difteria dapat menyebabkan sesak napas, lemah jantung, hingga kematian. 


SIAPAKAH YANG MUDAH DISERANG DIFTERIA? 

(Foto: parents.com)


Kasus penyakit ini paling banyak dialami oleh anak-anak. Menurut situs cdc.gov, penyakit ini sudah ada sejak tahun 1921, di mana terdapat 206.000 kasus dan 15.520 pasien diantaranya meninggal dunia. Meski sudah ada sejak dulu, namun dicatat oleh  World Health Organization (WHO) terdapat 7.321 kasus di tahun 2014 lalu. 


Meskipun begitu, banyak anak-anak saat ini yang tengah mendapatkan imunisasi difteria. Oleh karena itu, virus ini bisa menyerang remaja hingga orang dewasa sebagai target penyerangannya. 


Dalam usia remaja, mereka yang berusia 11 – 12 tahun adalah yang paling rawan, sementara pada orang dewasa, kasus ini sering dijumpai pada mereka yang memiliki sistem daya tahan tubuh yang lemah.


CARA SESEORANG DAPAT TERJANGKIT DIFTERIA

Difteria menyebar melalui droplet pernapasan, seperti melalui batuk atau bersin. Dalam sebagian kasus, penularan juga dapat terjadi akibat adanya kontak dengan luka terbuka atau pakaian yang menyentuh luka terbuka dari seseorang yang terjangkit difteria.

(BACA JUGA: Pertolongan Pertama Saat Anak Sakit Gigi)


Tak hanya itu, kontak dengan objek—seperti mainan—milik penderita juga bisa menjadi media penularan penyakit ini. 


GEJALA DIFTERIA

(Foto: Allure.com)


Ketika seseorang mengalami difteria, bakteri corynebacteriup diptheriae akan langsung menyerang sistem pernapasan, di mana mencakup semua organ pernapasan. Bakteri ini akan memproduksi racun yang dapat menyebabkan penderita merasa lemas, mengalami radang tenggorokan, demam, dan sulit menelan makanan. 


Racun ini akan menghancurkan selaput-selaput di sistem pernapasan. Parahnya lagi, hanya dibutuhkan waktu kurang lebih selama 2 – 3 hari bagi racun tersebut untuk mematikan selaput sehat yang berakibat pada penebalan di tenggorokan belakang dan hidung. Selaput mati yang menebal ini disebut dengan istilah pseudomembrane.


Pseudomembrane dapat menutup hidung, amandel, pita suara, dan tenggorokan. Tak heran, penderita akan mengalami kesulitan dalam bernapas dan menelan makanan. Jika terus didiamkan, maka racun ini bisa masuk pada aliran darah yang dapat menimbulkan kerusakan pada jantung, ginjal, dan saraf. 


Seseorang dengan difteria akan mengalami pembengkakkan pada bagian leher, adanya selaput abu-abu di sekitar amandel, hingga luka di area mulut. Kematian sangat sering terjadi apabila kondisi ini terus didiamkan.

(Agnes Priscilla, foto: Parents.com )



You Might Also LIke