Diet dash tak hanya terbukti ampuh menurunkan berat badan, namun juga cara jitu menyembuhkan beragam jenis penyakit.

Jika Anda berencana melakukan program diet, mungkin cara yang satu ini dapat dijadikan pilihan yang tepat. Dietary Approaches to Stop Hypertension atau yang lebih dikenal dengan Diet Dash, pertama kali ditemukan oleh para peneliti dari US National Institutes of Health. Diet ini dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi hingga membuat banyak dokter menyarankan pasien hipertensinya menjalankan program ini.

Mengapa diet dash cocok bagi penderita hipertensi? Dalam tulisan berjudul “Your Guide to Lowering Blood Pressure” dari US Department of Health and Human Services, kandungan makanan yang dianjurkan dalam diet dash mampu menjaga tekanan darah sekaligus menurunkan berat badan. 

“You can reduce your blood pressure by eating foods that are low in saturated fat, total fat, and cholesterol, and high in fruits, vegetables, and low fat dairy foods. The DASH eating plan includes whole grains, poultry, fish, and nuts, and has low amounts of fats, red meats, sweets, and sugared beverages. It is also high in potassium, calcium, and magnesium, as well as protein and fiber. Eating foods lower in salt and sodium also can reduce blood pressure,” tulis artikel tersebut.


Seiring berjalannya waktu, ternyata diet dash tak hanya baik untuk menurunkan tekanan darah, namun juga baik bagi orang yang mengidap kanker, stroke, batu ginjal, diabetes, hingga penyakit jantung. Sejak itulah banyak masyarakat kian menggandrungi pola diet ini, karena dianggap sehat dan aman. 

Penasaran dengan cara diet yang baik bagi penderita hipertesi ini? Berikut adalah menu makan yang perlu Anda terapkan saat melakukan diet dash.


Menu Makan Diet Dash

  1. Tambahkan satu porsi sayuran saat makan siang dan malam.
  2. Konsumsi satu porsi buah-buahan sebagai camilan setiap harinya. Makanlah tanpa membuang kulitnya, kecuali jeruk, lemon, alpukat, dan sebagainya.
  3. Gunakan ½ sendok mentega atau margarine (unsalted) sebagai pengganti minyak saat akan mengoreng ataupun menumis masakan.
  4. Hindari mengonsumsi susu full cream dan ganti dengan yogurt serta susu low fat dan sugar free. Konsumsi sebanyak 2–3 kali dalam sehari.
  5. Konsumsi daging hanya diperbolehkan sebanyak 6 ons dalam sehari atau mengubah pola makan menjadi vegetarian food.
  6. Daging yang diperbolehkan hanya ikan serta unggas yang tidak mengandung banyak lemak.
  7. Perbanyak makan kacang-kacangan serta biji-bijian kering, 4–5 porsi per minggunya.
  8. Nasi sebaiknya digantikan dengan kentang, roti, ataupun nasi merah, masing-masing sebanyak ½ porsi.
  9. Hindari mengonsumsi minuman berakohol.

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai sumber)