ads



Stay in The know

Health & Body

Diet Atkins Dikatakan Efektif Turunkan Berat Badan Tanpa Rasa Lapar. Benarkah?

Diet Atkins Dikatakan Efektif Turunkan Berat Badan Tanpa Rasa Lapar. Benarkah?

Mari mengenal lebih jauh cara kerja diet Atkins yang dikatakan dapat menurunkan berat badan tanpa rasa lapar. 

Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih memunculkan banyak cara untuk melangsingkan tubuh. Meskipun begitu, diet dengan memakai usaha diyakini lebih baik ketimbang melakukan cara yang terbilang instan, seperti mengonsumsi obat pelangsing, perawatan suntik, hingga mencoba metode laser. 

Salah satu program penurunan diet yang sedang digemari belakangan ini adalah diet Atkins, yang diambil dari nama yang sama dengan penciptanya. Metode pelangsingan badan ini pertama kali dicetuskan oleh Dr. Robert C. Atkins yang merupakan seorang dokter sekaligus kardiolog pada tahun 1972. Seperti apa cara kerja dari diet yang dilakukan oleh si seksi Kim Kardashian ini? Temui jawabannya berikut ini, Glitzy... 


Apakah Diet Atkins Itu?

Nama Atkins diambil dari nama pencipta diet ini. Dalam bukunya “The No Hunger, Luxurious Weight-Loss Plan That Really Works” Dr. Atkins menyebutkan bahwa cara yang efektif untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi atau bahkan sama sekali tidak mengonsumsi kabohidrat. 

Dr. Atkins menegaskan jika makanan seseorang harus dibekali asupan beragam jenis protein yang tinggi. Bagi Dr. Atkins, cara ini dapat membuat Anda lebih cepat kenyang dan tidak merasakan lapar sepanjang hari. Secara otomatis penurunan berat badan akan lebih cepat berhasil.

Diet ini tidak melarang Anda untuk mengonsumsi karbohidrat yang notabennya tetap dibutuhkan oleh tubuh. Diet Atkins hanya tidak memasukkan peran karbohidrat selama menjalankan programnya dan sebelum berat badan ideal tercapai. Sesudah itu, Anda bisa menjalankan pola makan seperti sedia kala, namun tetap dalam kontrol yang baik.

Meskipun dinilai efektif, diet Atkins tetap mengundang kontra. Beberapa survei membuktikan jika diet Atkins tak cocok dilakukan oleh kondisi tubuh tertentu—bahkan memiliki efek samping. (BACA: Memahami Lebih Jauh Kelebihan dan Efek Samping Dari Diet Atkins).



Lalu, Bagaimana Cara Melakukan Diet Atkins?

  • Tahap 1: Pastikan kabohidrat yang masuk ke dalam tubuh tidak lebih dari 20 gram per hari, selama 2 minggu lamanya. Gantilah karbohidrat dengan asupan protein dengan cara mengonsumsi beberapa jenis sayur-sayuran.

  • Tahap 2:  Jika sudah melewati masa 2 minggu, Anda dapat mengonsumsi kacang-kacangan, buah-buahan, serta menambahkan jenis sayuran setiap harinya. Selain itu jumlah makanan berkarbohidrat yang masuk ke dalam tubuh tidak boleh lebih dari 12–15 gram per harinya.

  • Tahap 3: Ketika berat badan sudah menuju titik yang diharapkan, Anda bisa mulai kembali mengonsumsi karbohidrat, namun tetap dalam porsi sedikit hanya berada di kisaran 10 gram per hari.

  • Tahap 4: Pada tahap terakhir ini, pastikan tubuh Anda sudah memasuki batas ideal. Ketika berat badan sudah mencapai ideal, makan dan asupan karbohidrat dapat kembali dijalankan seperti normal—namun tetap tak boleh berlebihan. Dr. Atkins tetap menyarankan Anda untuk tetap berolahraga untuk menjaga badan selalu ramping dan bugar.


Selama Jalankan Diet Atkins, Makanan Apa Saja Yang Boleh Dikonsumsi?

  • Makanan rendah gula. Menurut Dr. Atkins, Anda tidak hanya dilarang untuk berpuasa mengonsumsi karbohidrat saja, melainkan juga beragam jenis makanan serta minuman yang mengandung gula yang cukup tinggi atau pemanis. Contohnya seperti kue, es krim, hingga jus buah yang telah ditambah dengan gula. 

  • Sayuran berkabohidrat rendah. Tidak semua jenis sayuran dapat Anda konsumsi begitu saja. Hindari mengonsumsi kentang, jagung, atau ubi-ubian yang memiliki karbohidrat tinggi. Pilihlah jenis sayuran seperti seledri, wortel, brokoli, paprika, buncis, bit, bayam, dan selada.

  • Ikan. Selama menjalankan diet Atkins, sebaiknya Anda mengonsumsi ikan, seperti tuna, salmon, gindara, kakap, atau jenis lainnya yang mengandung protein tinggi.  

  • Daging. Diet Atkins masih memperbolehkan Anda mengonsumsi beragam jenis daging—ayam, sapi, domba. Daging tetap dibutuhkan oleh tubuh untuk memenuhi asupan proteinnya. Namun, sebaiknya Anda mengonsumsi daging tetap dalam takaran yang normal dan tidak berlebihan.

  • Minyak. Jangan sembarangan memilih minyak saat ingin menggunakannya ketika memasak.  Gantilah minyak goreng Anda dengan minyak zaitun. Hindari minyak sayur, minyak kacang kedelai, minyak kenari, minyak canola, bahkan minyak wijen.

(Elizabeth Puspa, Images: Dari berbagai sumber)

You Might Also LIke