Hubungan seks hingga ASI, begini cara penularan HIV yang harus dihindari.

Durasi baca: 1 menit.


Penyakit HIV dan AIDS, seringkali dikaitkan menjadi satu kesatuan. Padahal, HIV dan AIDS merupakan dua jenis gangguan kesehatan yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yakni sebuah virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.


Virus HIV ini, menjadi cikal bakal munculnya penyakit AIDS. Jadi jika ada orang mengidap HIV, belum tentu ia mengidap AIDS. Namun, jika ada seseorang mengidap penyakit AIDS, sudah pasti ia mengidap HIV.


Cara penularan HIV juga bermacam-macam. Di bawah ini tertulis beberapa cara penularan HIV yang harus Anda ketahui. Hal ini penting untuk Anda ketahui guna mengedukasi diri sendiri dan lingkungan Anda.

(BACA JUGA: Temukan Fakta di Balik Berita Bohong Seputar HIV/AIDS)




HUBUNGAN SEKS

Cara penularan HIV yang pertama adalah lewat hubungan seks. Terutama jika salah satu pasangan mengidap penyakit HIV. Itulah mengapa, ketika Anda berhubungan seks dengan laki-laki yang mengidap HIV, harus menggunakan alat pengaman atau kondom


Karena, virus HIV juga tersimpan di dalam sperma. Kalau sperma masuk ke dalam tubuh pasangannya, maka pasangan juga kemungkinan besar akan tertular virus HIV.


TRANSFUSI DARAH

Cara penularan HIV yang kedua adalah lewat transfusi darah. Misalnya, ada seseorang mengalami kecelakaan dan membutuhkan bantuan darah. Kemudian ia mendapatkan donor darah dari seseorang. Jika orang tersebut mengidap HIV, maka orang yang mendapat donor darah juga akan mengidap HIV. 


Inilah mengapa, ketika seseorang ingin mendonorkan darahnya, harus melewati beberapa tes. Bahkan, jika kita kurang tidur karena terlalu banyak lembur, juga tidak diizinkan untuk mendonorkan darahanya.


ASI

Cara penularan HIV yang ketiga adalah lewat ASI. Ketika seorang perempuan hamil, kemungkinan anaknya mengidap HIV juga dapat diragukan. Karena, dalam beberapa kasus, ketika seorang perempuan hamil, anaknya bisa terhindar dari HIV.


Asalkan, sang ibu tidak menyusui anaknya. Jika ibunya menyusui anaknya, maka kemungkinan anaknya tertular HIV akan semakin tinggi.


(Andiasti Ajani, foto: freepik.com/schantalao, unsplash.com/vittori buzzi)