Salah satu hal yang harus rutin dilakukan oleh penderita hipertensi di masa pandemi COVID-19.


Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah penyakit yang cukup berbahaya untuk penderitanya. Bahkan bisa dibilang hipertensi tercatat sebagai penyakit penyerta atau komorbid tertinggi di masa pandemi COVID-19. 


dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, President of Indonesian Society of Hypertension (InaSH) mengatakan, “Data terkini menyebutkan bahwa hipertensi merupakan komorbid tertingi Covid-19, di dunia termasuk di Indonesia, dengan perbandingan di AS sebanyak 56,6 persen, China 58,3 persen, Italia 49 persen serta Indonesia 50,5 persen.” 


Sayangnya, sampai saat ini kepedulian terhadap hipertensi dan kesadaran akan pencegahan sekaligus pengobatannya di Indonesia masih rendah. Sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari bahwa dirinya telah menderita hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan. 

 (BACA JUGA: Hipertensi Adalah Komorbid Tertinggi COVID-19, Waspada!)


Oleh karena itu, dalam masa pandemi seperti sekarang ini, masyarakat dianjurkan dan dihimbau untuk memantau tekanan darahnya sendiri secara teratur di rumah. Di samping itu, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan fasilitas telemedicine yang telah tersedia dengan berbagai pendekatan.

(BACA JUGA: Mengenal Gejala Hipertensi yang Sering Menyerang Perempuan)


Pada kesempatan yang sama, dr. Eka Harmeiwaty, SpS, Sekretaris Jendral InaSH, mengatakan, “Di tengah pandemi PTDR (Pengukuran Tekanan Darah Mandiri di Rumah) ini sangat bermanfaat, karena sebagian pasien enggan ke rumah sakit terutama pasien lansia. Hasil PTDR bisa dikonsultasikan kepada dokter yang merawat secara online baik dengan chatting via medsos atau telemedicine. PTDR ini disarankan pada pasien hipertensi terutama bagi pasien hipertensi dengan gangguan ginjal, diabetes, dan wanita hamil dan juga pasien dengan kepatuhan pengobatan yang buruk,” jelasnya.


(Foto: Freepik.com/jcomp)


Berikut panduan PTDR yang bisa dilakukan:

  • Pengukuran dilakukan 1 jam setelah berjalan, setelah BAK, sebelum sarapan dan minum obat.
  • Pada malam hari pengukuran dilakukan saat mau tidur atau dua jam setelah makan.
  • Istirahat 1-5 menit, posisi duduk dengan bersandar.
  • Duduk di dekat meja dengan lengan dan manset setinggi letak jantung.
  • Jangan mengobrol atau gelisah.
  • Jangan menyilangkan kaki.
  • Jangan melakukan kegiatan olahraga 30 menit sebelum pengukuran.
  • Jangan minum kopi atau merokok satu jam sebelumnya.
  • Jangan minum obat sebelu pengukuran.


PTDR tersebut sebaiknya dilakukan dua kali pengukuran pada pagi dan malam hari. Tak hanya itu, lakukan di ruangan yang tenang dan nyaman.

(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/jcomp)