Kembali ke kenyataan memang terkadang pahit, guys!


Kamu pasti pernah deh mengalami hal ini. Setelah berlibur, muncul perasaan tidak siap dan ogah untuk balik ke kenyataan. Ya kerja lagi, ya kuliah lagi, ya sekolah lagi, ya ke dapur lagi, dan ya ya ya lainnya.


Perasaan ini disebut dengan istilah post-holiday syndrome. Post-holiday syndrome (selanjutnya disingkat PHS) atau biasa disebut juga dengan post-holiday blues, adalah sebuah gangguan mental berbentuk stres atau depresi, di mana seseorang merasa tidak siap kembali ke kehidupan aslinya karena terlalu lama atau terlalu nyaman saat pergi berlibur.


Perasaan semacam ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak. Perhatikan deh, kamu yang sudah punya anak pasti ada masa di mana anak-anak kamu maunya main terus atau mendadak sakit pasca liburan.


Nah ketika anak-anak mengalami itu, maka tandanya ia juga sedang mengalami PHS.  Tapi kalau berpikir realistis kan rasanya tidak mungkin ya kita terus berlarut-larut dalam perasaan seperti itu. Lantas bagaimana cara mengatasinya?


GLITZMEDIA punya beberapa tips yang bisa kamu coba untuk menghilangkan atau keluar dari PHS. Yuk, langsung saja simak ulasannya di bawah ini. 

(BACA JUGA: Mau Liburan ke Bali Saat Pandemi? Tabanan Bisa Jadi Tujuan Pilihan!) 



(Foto: unsplash.com/taylor simpson)


JANGAN LANGSUNG KEMBALI BERAKTIVITAS

Cara mengatasi post-holiday syndrome yang pertama adalah beri waktu untuk diri kamu beradaptasi kembali. Misalnya nih, kamu akan pulang berlibur besok. Pastikan untuk tidak langsung bekerja di hari Senin. Kalau perlu jangan bekerja dulu sampai hari Rabu tiba.


Supaya, tubuh kamu (fisik dan pikiran) bisa mencerna dulu bahwa masa liburan telah usai. Kalau tubuh kamu bisa mencerna dengan baik, maka risiko PHS yang mungkin terjadi bisa diminimalkan.


HIPNOTIS DIRI UNTUK MOVE ON

Cara mengatasi post-holiday syndrome yang kedua adalah dengan menghipnotis diri untuk cepat move on. Contohnya, besok kamu akan pulang dari liburan. Sejak hari ini, kamu coba untuk hipnotis diri bahwa sebentar lagi kenyataan akan kembali.


Di hari Senin kamu akan kembali bekerja seperti sedia kala. Intinya, pergi berlibur adalah momen untuk melepas stres. Kalau kamu justru merasa stres setelah liburan selesai, artinya rasa stres yang kamu bawa saat berlibur belum benar-benar hilang.


PUPUK CITA-CITA UNTUK LIBURAN LAGI

Cara mengatasi post-holiday syndrome yang ketiga adalah dengan memupuk cita-cita untuk berlibur lagi. Misalnya, setelah sampai di rumah kamu bangun lagi cita-cita untuk pergi ke destinasi yang kamu ingin kunjungi berikutnya.


Sehingga, kamu jadi semangat kembali ke realita agar bisa menabung dan pergi berlibur ke destinasi wisata tujuan yang kamu inginkan selanjutnya. Semangat!


(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/phil mosley)