Bau anyir saat menstruasi disebabkan oleh bakteri mukus vagina yang bercampur dengan lapisan endometrium.


Menstruasi adalah siklus keluarnya darah kotor dari tubuh seorang perempuan dewasa atau yang sudah mengalami akhil balig. Siklus ini umumnya terjadi setiap satu bulan sekali. Tapi tidak jarang ada yang dua atau tiga minggu sekali, bahkan dua hingga tiga bulan sekali. Jadwal menstruasi ditentukan oleh banyak faktor.


Namun utamanya adalah hormon. Ketika kegiatan sedang padat, mood tidak stabil, hingga tidak menjaga asupan makanan, biasanya turut memengaruhi hormon di dalam tubuh. Hormon ini kemudian juga akan memengaruhi siklus menstruasi tiap perempuan.


Saat menstruasi, setiap perempuan punya ceritanya masing-masing. Mulai dari nyeri di bagian perut bawah, pegal-pegal di area pinggang, pusing dan mual, hingga emosi yang tidak stabil sehingga jadi lebih sensitif.


Tetapi, mayoritas perempuan yang mengalami menstruasi pasti punya satu masalah yang sama. Yakni, masalah bau anyir atau bau amis darah menstruasi yang keluar dari dalam vagina.

(BACA JUGA: Minuman Soda Dapat Melancarkan Menstruasi, Benarkah?)




Saat menstruasi, di dalam darah tersebut terdapat bakteri mukus vagina dan lapisan endometrium yang meluruh. Dua hal ini bercampur dan menghasilkan bau menstruasi yang tidak sedap. Banyak hal sebetulnya bisa dilakukan untuk mengatasi masalah bau anyir ini.


Secara tradisional, nenek moyang masyarakat Jawa menyarankan anak cucunya untuk mengonsumsi jamu kunyit asam saat menstruasi. Kandungan di dalam jamu kunyit asam mampu mengusir bau-bau yang ada di tubuh. Termasuk bau amis atau anyir saat menstruasi.


Tetapi selain itu, menjaga kondisi vagina dengan antiseptik selama menstruasi juga menjadi hal yang penting. Tidak berhenti di situ, kamu juga wajib mengganti pembalut setiap tiga sampai enam jam sekali. Meskipun darah menstruasi yang ditampung oleh pembalut kamu belum banyak.


Kamu juga harus memakai celana dalam yang ramah kulit dan menyerap keringat. Seperti bahan katun misalnya. Karena keringat yang muncul di area vagina juga dapat memengaruhi bau tidak sedap dari area vagina kamu.


(Andiasti Ajani, foto: ameblo.jp, medicalreport.kr)