Stay in The know

Health & Body

Cara Efektif Mengatasi Demam pada Anak

Cara  Efektif Mengatasi Demam pada Anak

Hal penting yang harus diperhatikan saat anak demam.

Durasi Baca: 55 detik


Demam merupakan kondisi yang sering dialami oleh bayi dan balita. Ini merupakan salah satu reaksi alami tubuh terhadap suatu penyakit. Demam bisa mejadi pertanda tubuh sedang melawan infeksi karena suhu yang tinggi tersebut memperlambat pertumbuhan bakteri ataupun virus. 


Sebagai orangtua, Anda sebaiknya jangan menganggap sepele. “Pantau anak Anda. Jika terus berlanjut dan dibiarkan begitu saja, demam pada anak akan menimbulkan gejala serius seperti kejang,” ujar dr. Marissa T Pudjiadi, Sp.A. 

(BACA JUGA: Anak Sering Terserang Demam dan Flu Mungkin ini 5 Penyebabnya)


BUATLAH SI KECIL NYAMAN

Jurnal Persatuan Dokter Anak Amerika menyatakan bahwa ketika demam pada anak terjadi, orangtua harus memastikan anak merasa nyaman dibanding panik untuk menurunkan suhunya. Ingat, seperti yang sudah dijelaskan di atas, demam bukanlah penyakit utama namun reaksi tubuh terhadap penyakit.


Saat demam, biarkan anak beristirahat tidur dan minum banyak cairan. Hal ini karena saat anak demam, jumlah asupan makanan pada tubuh akan berkurang disertai dehidrasi akibat penguapan cairan tubuh yang meningkat lebih banyak. 


Perhatikan kondisi anak Anda. Jika ia menggigil kedinginan, buatlah si Kecil merasa lebih hangat dengan busana nyaman. Lapisi dengan selimut tebal diperlukan. 


Namun, jika ia tidak menggigil pastikan si Kecil menggunakan busana tipis agar panas tubuhnya mudah menguap. Tak perlu menyelimuti si Kecil.


PERHATIKAN PEMBERIAN OBAT DEMAM PADA ANAK

Saat anak demam, kebanyakan orangtua akan langsung memberikan obat penurun demam. Memang ada banyak obat penurun panas yang dijual di apotek dan toko obat dengan bebas dan tanpa perlu resep dokter. 


Meski demikian Anda tetap perlu berhati-hati saat memberikan obat demam pada anak. Berikut adalah panduannya: 


PERHATIKAN SUHU DEMAM

Suhu tubuh normal manusia adalah 37°C. Jika suhu badan sudah melebihi dari suhu tersebut, maka seseorang akan mengalami demam. Namun pada anak-anak, suhu tubuhnya bisa sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dari 37°C. Semuanya tergantung dari kegiatan anak.


Saat Anda ingin mengukur suhu anak, sebaiknya ukur dengan thermometer digital agar lebih akurat. Jika demamnya masih di bawah 38°C anak Anda mungkin hanya mengalami kelelahan. Namun Anda perlu lebih berhati-hati jika demamnya melebihi 38°C karena umumnya akan disertai dengan pusing serta nyeri badan.

(BACA JUGA: Mengatasi Hidung Tersumbat)


Tak ada salahnya melakukan kompres badan dengan air hangat saat anak demam, terutama jika suhu tubuh anak mencapai 39°C. 


SESUAIKAN PEMBERIAN OBAT DEMAM DENGAN BERAT BADAN ANAK

Kesalahan umum pemberian obat demam adalah diberikan berdasarkan usia. Padahal obat penurun demam, termasuk parasetamol, harus diberikan berdasarkan berat badan. 


Oleh karena itu, jangan hanya terpaku dengan usia anak karena bisa saja anak dengan usia yang sama mempunyai berat badan yang berbeda. 


OBAT DEMAM IBUPROFEN MENYEBABKAN IRITASI LAMBUNG

Obat demam yang mengandung ibuprofen berpotensi menyebabkan iritasi lambung. Meskipun ibuprofen lebih efektif untuk menurunkan panas daripada paracetamol, sebaiknya Anda tetap waspada dengan penggunaan dua obat tersebut karena mempunyai efek samping. 


Menghadapi anak yang demam memang tidak mudah. Jika demam tidak kunjung berkurang atau anak mulai mengeluh sakit tenggorokan atau telinga, lebih baik segera bawa anak ke dokter. 


(Anggia Hapsari, foto: Unslpash.com/ Sabine van Straatten, Popsugar.com, Mashuphealth.com)




Author:

You Might Also LIke