Stay in The know

Health & Body

Bukan Pencitraan. Inilah 8 Langkah Membangun Citra Diri Yang Positif

Bukan Pencitraan. Inilah 8 Langkah Membangun Citra Diri Yang Positif


Pengalaman hidup dan bertambahnya usia, membuat seseorang ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga lingkungan dan orang lain. Bukannya tak menjadi diri sendiri, namun tanpa disadari setiap orang memiliki keinginan untuk dilihat sebagai sosok tertentu. Mungkin Anda dikenal sebagai orang yang pemalu, namun seiring berjalannya waktu, tuntutan profesi pekerjaan membuat Anda ingin dilihat sebagai pribadi terbuka dan meyakinkan.

Hal tersebut wajar terjadi, karena setiap orang ingin membangun citra versinya sendiri di mata orang lain. Namun, satu hal yang perlu Anda tanamkan kalau hal ini berbeda dengan istilah “pencitraan diri” yang sengaja menciptakan sebuah image padahal tidak merealisasikan kepribadian sesungguhnya orang tersebut—alias menciptakan image palsu. 

Tak sedikit pula citra diri seseorang berbeda tujuannya di mata orang lain. Mungkin Anda ingin dilihat sebagai wanita mandiri, tapi sayangnya orang lain melihat Anda justru sebagai pribadi yang sombong.

Lalu, bagaimana caranya agar tujuan pembangunan citra diri—atau personal brand—tidak disalahartikan oleh orang lain? Sama dengan perusahaan yang membutuhkan brand identity, Anda harus bisa menjadi public relation bagi diri sendiri. Lebih lengkap, simak saja cara-cara yang dapat ditempuh untuk membangun citra diri yang baik dan positif.


Ibaratkan Anda Sebuah Brand

Sama seperti perusahaan yang membutuhkan branding, diri Anda pun demikian. Jadi, bayangkan diri Anda adalah sebuah brand. Apa yang Anda ingin orang lain pikirkan saat mendengar atau mengingat nama Anda? Jika Anda sudah mengetahuinya, bagus. Selanjutnya tinggal menuju langkah strategi untuk menyampaikannya pada orang lain.


Cari ‘Tagline’ Diri

Tagline diri sebenarnya lebih mengarah kepada prinsip hidup. Setiap orang sebaiknya memiliki prinsip hidup untuk menimbulkan keyakinan pada setiap jalan kehidupannya. Mungkin prinsip hidup Anda “I am not a woman that needs a man. I’m a woman a man needs”. Dengan mengingat ‘tagline’ tersebut setiap harinya, dengan sendirinya Anda bisa menunjukkan pribadi yang mandiri, well organized, namun tetap menunjukkan sisi kelembutan.


Manfaatkan Media Sosial

Menurut Shama Hyder, penulis buku Zen of Social Media Marketing, media sosial sangat berpengaruh pada pembangunan citra diri. Sama seperti brand yang memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan awareness, sebaliknya jangan pula menjadikan media sosial sebagai lahan ‘curhat’. Sebuah perusahaan tak mungkin menuliskan keluhan dan kerugiannya di media sosialnya, Anda pun tak perlu melakukan itu—kecuali Anda ingin dikenal sebagai orang yang selalu sendu atau pemarah.


Saring Informasi Yang Dibagikan

Setiap individu tetap membutuhkan privasi. Untuk membentuk sebuah citra diri, Anda perlu menyaring segala informasi yang akan dibagikan kepada orang lain. Tak semua orang bisa memahami dengan baik niat Anda. Tak menutup kemungkinan orang mengambil kesimpulan sendiri dan menyebarkan hal yang salah kepada orang lain tanpa mengonfirmasinya pada Anda. 


Lakukan, Bukan Bicarakan

Talk less, do more, Glitzy. Percayalah, membicarakan kelebihan Anda tanpa membuktikannya hanya akan menimbulkan gosip dari orang sekeliling. Cara mudah menangkis komentar negatif adalah membuktikannya melalui aksi dan tindakan—bukan kata-kata.


Konsisten Melakukannya

Citra diri baik yang Anda bangun akan bertahan selamanya jika konsisten dilakukan dan menjadikannya sebuah kebiasaan. Anda harus bisa konsisten dengan prinsip, tujuan, dan menikmati proses agar personal brand Anda kuat. Inilah pula yang membedakannya dengan istilah pencitraan diri tadi. 


Kenali Diri Sendiri

Tak perlu menjadi orang lain ketika ingin menciptakan diri yang baik dan positif. Tanya diri Anda sendiri—sosok seperti apakah yang ingin Anda bangun dari diri sendiri. Kenali pula kelebihan dan kelemahan kita. Akan lebih bijak jika Anda mengeksploitasi kelebihan diri untuk kepentingan orang banyak. Biarkan kehebatan Anda tetap bisa dirasakan manfaat baiknya oleh banyak orang. Jangan membangun citra tanpa kapabilitas diri, karena Anda tak akan pernah bisa mencapainya.


Jangan Berbohong

Bukan hanya menjadi orang lain, menjalankan sesuatu dengan tidak jujur akan berujung pada kebuntuan. Orang lain pun akan dengan mudah ‘mencium’ bau busuk yang Anda coba tutupi. Dengan terbiasa jujur, orang lain akan percaya dengan sendirinya pada citra diri yang Anda sedang atau sudah bangun.  

(Shilla Dipo/Saskia Damanik, Images: Corbis)

Author:

You Might Also LIke