Terpaan radiasi ternyata memberikan dampak buruk seperti berikut ini.


Radiasi pada smartphone sering digadang-gadang menjadi salah satu penyebab tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh. World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa orang yang melakukan aktivitas selama 50 menit secara tanpa henti menggunakan gadget rentan terserang kanker. Radiasi di dalam telpon gengam mampu menghantarkan gelombang yang dapat merusak sistem kerja otak serta saraf di dalam tubuh.


Kondisi ini paling banyak ditemukan pada anak muda yang aktivitasnya sebagian besar di dalam dunia digital hingga larut malam. Ann Louise Gittleman, PhD, selaku penulis buku “Zapped: Why Your Cell Phone Shouldn’t Be Your Alarm Clock” dan “1,268 Ways to Outsmart the Hazards of Electronic Pollution” turut menegaskan hal tersebut dengan mengatakan bahwa generasi saat ini terlalu sering menggunakan ponsel tanpa mengetahui dampak jangka panjangnya.


Menurut National Cancer Institute, keadaan ini akan semakin buruk jika Anda terbiasa meletakkan handphone dekat pada organ intim ketika tidur. Gelombang radiasi di dalam smartphone dapat merusak DNA di dalam tubuh termasuk kualitas dari indung telur maupun sperma seorang pria. Akibatnya, sperma akan menjadi lebih cair hingga 25% dan tidak dapat berenang dengan sempurna karena telah terjadi kerusakan pada jaringan DNA hingga menyebabkan kemandulan. “Exposure to radiation—even below safety standards—has been shown to damage cellular DNA, which can lead to mutations that can cause cancer,” tambah Gittleman.


Risiko tersebut masih bisa Anda hindari dengan mengubah pola hidup dan kebiasaan. Saat ingin tidur, sebaiknya singkirkan semua gadget di sekitar kasur. Selain itu, jangan pernah meletakan handphone di dalam saku celana maupun baju untuk menghindar dari paparan radiasi tersebut. 


(Elizabeth Puspa, Foto: Pixabay.com)