Anda yang memiliki kulit sensitif patut berhati-hati.


Bagi sebagian orang, tato merupakan seni yang indah yang ada di bagian tubuh. Rasa sakit yang muncul pada teknik pembuatan tato permanen, membuat tato temporer banyak disukai. Salah satu jenis tato temporer yang juga populer adalah henna. 


Henna merupakan tumbuhan alami tak berbahaya yang sejak zaman Mesir Kuno sudah sering digunakan sebagai bahan kosmetik. Di India misalnya, saat menikah para pengantin perempuan sering menghias tangan dan kaki mereka dengan henna agar terlihat lebih cantik.


Meskipun terkesan aman, tapi nyatanya tidak semua orang bisa menahan henna di atas kulit mereka. Lewat sebuah studi, American Academy of Dermatology pernah mengungkapkan bahwa pada dasarnya henna tidak berbahaya.


Tetapi henna bisa bermasalah jika jenis warnanya bukan yang alami seperti cokelat, merah, atau hijau. Melainkan henna hitam. Henna berwarna hitam disebut cepat kering dan lebih tahan lama karena megandung bahan kimia bernama Papaphenylenediamine (PPD).

(BACA JUGA: Penting! Cek Alergi Sebelum Putuskan untuk Membuat Tato)




Bahan kimia ini konon bisa menyebabkan alergi pada kulit. Pernyataan ini juga dikuatkan oleh dokter Linda Katz selaku Director of Food & Drugs Administration’s Office of Cosmetics & Colors. Ia mengungkapkan kalau bubuk henna hitam umumnya dicampurkan dengan bahan kimia lain yakni Phenylenediamine yang merupakan bahan dasar pembuatan cat rambut.


Karena itulah sebelum memutuskan untuk memakai henna di area kulit yang terbuka, coba oleskan dulu sedikit pada bagian kulit yang tertutup. Misalnya bagian paha. Setelah mengoleskan henna, tunggu sampai mengering dan lihat apakah timbul reaksi tertentu.


Jika tidak, maka Anda bisa langsung mengaplikasikannya pada area tubuh yang Anda inginkan. Namun jika kulit memperlihatkan reaksi tertentu seperti panas dan melepuh, maka jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter kulit.


(Elizabeth Puspa/Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/mehndi training center)