Penyakit yang dulu dikenal hanya terjadi pada orang tua ini, kini mulai menyerang usia muda. Kenali penyebabnya.

Anda yang berusia 20 atau 30-an, mungkin menganggap masa kini masih aman dari ancaman penyakit asam urat. Tak mengherankan jika pikiran itu masih melekat di benak Anda. Pasalnya, penyakit ini identik dengan penyakit orang tua, di mana mereka yang berusia di atas 40-an yang akan terserang asam urat. Namun, pemikiran itu tak selamanya benar. Kenapa? 

Menurut dr. Kelsey Jordan dari Brighton & Sussex Univeristy Hospitals NHS Trust, jumlah pasien asam urat di usia muda terus meningkat dari tahun ke tahunnya. Pada tahun 2015 saja, peningkatan yang terjadi mencapai 30% dari tahun 2012. Salah satu penyebab paling besar adalah berubahnya pola gaya hidup di masa lalu dan sekarang. Selain itu, kandungan makanan yang banyak melalui proses dan kurang segar juga menjadi penyebabnya. Jadi, tak ada alasan lagi bagi Anda yang belum menginjak usia 40 untuk tak waspada dengan penyakit asam urat. 

Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan seseorang terkena asam urat? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

(BACA JUGA: Mengenal Diet Purin Yang Baik Mencegah Asam Urat Sejak Dini)


Mengonsumsi Whey Protein Berlebihan

Untuk mempermudah pembentukan otot, banyak orang mengonsumsi produk minuman whey protein. Namun ternyata, mengonsumsi whey protein secara berlebihan dapat menyebabkan tingginya risiko asam urat. Menurut Mary Fran Sowers, PhD., RD dalam tulisannya yang dimuat di situs Arthritis.org, whey protein dapat meningkatkan purin dalam tubuh. Purin inilah yang menyebabkan tingginya asam urat dalam tubuh. Kandungan asam urat yang terlalu tinggi ini tak dapat dibuang melalui tinja dan urin, sehingga mengkristal pada persendian.




Mengonsumsi Daging Jeroan

Soto Betawi atau nasi Padang memang makanan yang nikmat. Namun sayangnya, kedua menu ini menyediakan daging jeroan, seperti usus, paru-paru, hati, jantung, dan sebagainya. Jeroan memiliki kandungan purin yang tinggi, di mana seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, semakin tingginya kadar purin, maka semakin besar resiko zat tersebut mengendap dalam tubuh.


Esterogen Rendah

Rendahnya kadar esterogen pada wanita, membuat kemungkinan menepouse dini semakin besar. Wanita yang memiliki risiko menepouse dini berarti berisiko lebih tinggi pula untuk mengalami asam urat. Biasanya, menepouse dini disebabkan oleh faktor genetik dan dapat terjadi di usia 30 – 40 tahun. Esterogen yang aktif dan sehat pada wanita dapat membantu peluruhan asam urat sehingga jumlah dalam tubuh dapat terjaga.


Faktor Genetik

Penyakit asam urat juga diturunkan secara genetik, alias penyakit turunan. Jadi, jika ada anggota keluarga yang memiliki penyakit asam urat, maka Anda kemungkinan memiliki resiko penyakit asam urat sebanyak 20%. Untuk itu, menjaga pola hidup dengan menghindari makanan yang mengandung purin, sangat dianjurkan bagi Anda.




Kurang Mengonsumsi Vitamin C

Berapa miligram vitamin C yang Anda konsumsi setiap harinya? Jika Anda hanya mengonsumsi vitamin C kurang dari 500 mg perhari, maka risiko penyakit asam urat akan semakin besar. Menurut penelitian yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine, asupan vitamin C sebanyak 1.500 mg setiap hari akan menurunkan risiko terkena asam urat. Namun, jumlah ini disarankan bagi yang telah terkena asam urat. Untuk pencegahan, konsumsilah 500 – 1.000 mg vitamin C setiap harinya.


Terlalu Banyak Mengonsumsi Hidangan Laut

Tak hanya beresiko memiliki kolesterol tinggi, hidangan laut seperti kerang, kepiting, hingga ikan makarel dapat menyebabkan tingginya kadar purin yang berisiko pada meningkatnya asam urat. Memang, hidangan laut memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Namun ingat, sesuatu yang berlebihan tentu akan tetap menimbulkan dampak negatif. Jadi, tetap batasi konsumsi hidangan laut dan seimbangkan dengan konsumsi sayur dan buah.


Mengonsumsi Kacang-Kacangan Berlebihan

Kacang-kacangan memang mengandung protein nabati yang baik untuk tubuh. Namun, jika Anda mulai merasakan sakit pada persendian, sebaiknya hindari konsumsi kacang-kacangan. Hal ini disebabkan tingginya kandungan purin dalam kacang-kacangan. Jadi, meskipun banyak manfaatnya, namun Anda pun perlu membatasi konsumsi kacang-kacangan—termasuk susu yang berasal dari kacang-kacangan, seperti susu almond dan kedelai.


Mengonsumsi Alkohol

Alkohol mengandung banyak purin yang dapat meningkatkan asam urat. Selain itu, alkohol juga memicu pengeluaran cairan dalam tubuh yang menyebabkan meningkatnya asam urat. Tak hanya itu, minuman beralkohol juga memicu enzim di liver yang dapat memecah protein dan menghasilkan asam urat berlebih. Jadi, jaga gaya hidup Anda dan batasi diri dalam mengonsumsi minuman beralkohol.

(Shilla Dipo, Images: Berbagai Sumber)