Stay in The know

ads

Health & Body

Atasi Segera Penyebab Stres Pikiran Pada Perempuan

 Atasi Segera Penyebab Stres Pikiran Pada Perempuan

Ternyata, perempuan lebih mudah stres dibanding laki-laki. Apa penyebabnya?

Durasi baca: 1 menit 10 detik


Tak peduli jenis kelamin, hampir semua orang pasti pernah mengalami rasa sedih. Perasaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari peristiwa perpisahan, konflik dengan pasangan, hingga masalah sepele seperti macet atau mendapatkan nilai buruk ujian evaluasi.


Sedih merupakan luapan emosi seseorang saat orang tersebut berada di masa sulit. Namun, menurut Winna Andarini, M.Psi, Anda perlu berhati-hati menghadapi rasa sedih karena dapat berujung pada stres.


PEREMPUAN LEBIH MUDAH STRES DIBANDING LAKI-LAKI

Menurut The University of Arizona's School of Family and Consumer Resources, perempuan umumnya lebih mudah sedih dan cenderung mengalami stres dibanding laki-laki. Risiko perempuan stres bahkan dua kali lebih besar dibanding laki-laki. Stres tersebut dapat terjadi lebih awal, lebih lama, dan lebih sering kambuh dibanding laki-laki.


“Perempuan menjadi mudah stres karena ia cenderung menggunakan pikiran dan perasaannya dalam bertindak,” imbuh Winna.


Disadari atau tidak, sebagai perempuan, Anda tentu menjadi tumpuan utama untuk bersandar. Anda perlu menjaga kesehatan dengan mengantisipasi dan berdamai dengan penyebab stres.


Inilah beberapa hal yang membuat perempuan mudah dilanda stres dan perlu dicari solusi:


PERISTIWA PENTING DALAM HIDUP

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Winna, perempuan cenderung menggunakan pikiran dan perasaannya. Ia akan larut dalam perasaan jika berhadapan dengan suatu hal di luar kendali.


Pernikahan, pertunangan, melahirkan hingga ditinggalkan seseorang yang dikasihi sering membuat perempuan ‘kepikiran’ hingga ke alam bawah sadarnya. Hal ini tentu akan memengaruhi mood perempuan. 


Meski demikian, perempuan lebih mudah bersosialisasi dan membicarakan persoalan yang tengah dihadapi dibandingkan pria,” jelas Winna.


Aktivitas menumpahkan perasaan kepada seseorang yang dipercaya tentu membantu perempuan untuk merasa lebih lega. Cara ini membantunya untuk memeroleh masukan dan solusi dari orang lain terkait kondisi yang dialami.


MULTITASKING

Perempuan terkenal sebagai mahkluk multitasking atau selalu memiliki peran ganda. Ia tidak hanya harus memerhatikan dirinya sendiri namun menjaga orang lain seperti orangtuanya. Bagi perempuan yang sudah berkeluarga, mereka pun harus merawat anak, suami, hingga mertuanya.


Istimewanya, sejak tahun 1980-an hingga kini, perempuan pun dapat memburu karier bahkan menduduki suatu posisi tertentu yang tak kalah dengan laki-laki. Tak hanya itu, ia bahkan dapat memeroleh penghasilan baru melalui jalur wiraswasta yang dapat dikendalikan secara online di rumah.


Meski diselimuti kesibukan kerja, Anda sebaiknya dapat lebih bijak membagi waktu. Bertambahnya peran perempuan di era kini membuat perempuan cenderung lupa untuk melakukan me time karena tak ingin terlihat egois.


Tidak adanya me time justru dapat memicu tingkat stres perempuan ke tingkat yang lebih buruk,” imbuh Winna.


HORMON NAIK TURUN

Di dalam tubuhnya, perempuan memiliki banyak pabrik hormon. Selama ia hidup, ia pun selalu mengalami perubahan hormon bak roller coaster.


Contohnya adalah menstruasi yang terjadi setiap bulan. Perubahan hormon menjelang menstruasi dapat menyebabkan mood swing yang seringkali menyertai nyeri PMS.


Belum lagi ketika ia memasuki masa kehamilan, perimenopause (menjelang menopause), dan menopause. Perubahan hormon dan genetik semasa ini semakin dapat membuat perempuan rentan mengalami gangguan mood seperti stres.


PENGARUH LINGKUNGAN

Faktor lain yang dapat membuat perempuan stres adalah faktor lingkungan yang diperoleh dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mendapat tagihan kartu kredit, bertengkar dengan pasangan, pembayaran uang sekolah anak, ataupun saat berada di jalan raya.



Yang paling menarik, perempuan paling mudah stres saat berada di jalan raya. Tidak sedikit lho, perempuan yang tetap memilih untuk menyetir sendiri karena dinilai lebih nyaman dan dapat berkonsentrasi.


Bila dipikir kembali sebenarnya tidak demikian. Wanita memiliki persentase tingkat panik lebih besar dibanding pria ketika berkendara. Pernah mengalami diserempet mobil? Tingkat stres pada perempuan akan jauh lebih tinggi dibanding laki-laki pada saat itu.


FAKTOR UTAMA STRES DI JALAN

Sebenarnya ada banyak faktor gangguan di jalan raya yang dapat memengaruhi tingkat stres seseorang. Dimulai dari kondisi psikologis Anda saat menyetir, kondisi lalu lintas, kemacetan, kebiasaan duduk yang salah di balik kemudi hingga kondisi psikologis pengendara lain pun dapat menambah beban seseorang saat berkendara.


Tingkat stres ini sebenarnya sangat mudah dihindari dan diredam dengan mengelola tingkat stres melalui manajemen stres. Caranya adalah dengan menyiapkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaan, berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan, menyiapkan rute tempuh, dan menemukan solusi lain berkendara.


Anda hanya perlu mencari solusi transportasi yang nyaman seperti GOJEK. Mengapa? Karena transportasi online ini dapat membantu Anda untuk bebas dari beberapa gangguan yang dikenal kamus besar GOJEK dengan nama-nama berikut:


ATASI VERTIBOKEK

Coba deh untuk menghitung kembali pengeluaran Anda saat menggunakan kendaraan pribadi mulai dari pembelian bahan bakar mobil, bayar tol, parkir , hingga servis bulanannya. Tentu mahal bukan main!


Dengan menggunakan GOJEK Anda bisa lebih smart dan bisa mengurangi ketidakefisienan pengeluaran karena banyaknya biaya saat menggunakan kendaraan pribadi. Sangat praktis untuk perempuan bermobilitas tinggi!


ATASI HIPERSENSI

Anda jadi gampang marah-marah dalam perjalanan saat berhadapan dengan kacaunya jalanan? Dalam kamus besar GOJEK, Anda disebut tengah mengalami gangguan Hipersensi. Ditambahkan lagi, Anda cepat meluapkan emosi yang berlebihan saat menggunakan kendaraan pribadi, terutama ketika menghadapi arus lalu lintas yang ramai, padat, dan bahkan macet.


ATASI TRAUMACET

Pernah mengalami rasa malas yang teramat sangat untuk mengendarai mobil karena harus menembus macetnya jalanan saat jam sibuk? Membayangkannya saja membuat Anda enggan dan cenderung membatalkan jadwal saat itu.



Tenang, Anda dapat mengandalkan GOJEK sebagai solusi nyaman yang dapat mengantarkan Anda sampai di tujuan. Bayangkan saja, Anda hanya tinggal duduk di belakang juru mudi sambil duduk santai atau bahkan mempersiapkan presentasi yang akan digunakan saat meeting, dengan menggunakan layanan GOCAR ataupun GORIDE.


ATASI RHEUMATIR

Terlalu lama menyetir dapat membuat tubuh merasa nyeri terutama pada bagian leher dan pundak serta pegal pada punggung dan pinggang. Inilah yang disebut kamus besar GOJEK dengan gangguan Rheumatir.


Keluhan tersebut muncul karena posisi menyetir yang salah, terlalu lama duduk menyetir dan tidak mendapat dukungan yang baik dari tulang belakang. Jika postur tubuh sudah tidak benar, beberapa gangguan di jalan akan meningkatkan risiko tubuh mudah lelah dan pegal. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan disc herniation (bantalan antara ruas tulang belakang yang menyebabkan iritasi pada saraf tulang belakang).


Nah, agar empat gangguan dalam perjalanan tadi tidak membuat Anda makin stres, #UdahWaktunya Anda beralih menggunakan GOJEK ketimbang menggunakan kendaraan pribadi. Anda dapat meregangkan otot sejenak dan rehat sambil beristirahat di mobil.


Cukup order via smartphone, tunggu sejenak, naik GOCAR atau GORIDE, dan lakukan pembayaran ketika sampai di tujuan. Praktis!


(Anggia Hapsari, foto: Shutterstock, Pexels.com)


You Might Also LIke