Stay in The know

Health & Body

Apakah Mengigau Termasuk Penyakit Tidur?

Apakah Mengigau Termasuk Penyakit Tidur?

Temukan jawabannya dalam 50 detik.


Berbicara ketika tidur atau yang biasa disebut mengigau mungkin seringkali dilakukan oleh Anda meskipun tidak disadari. Melansir dari Psychologytoday.com, mengigau memiliki beragam cara seperti bergumam, omong kosong yang tidak masuk asal atau bahkan narasi lengkap, rumit dan koheren. Seseorang mungkin mengigau karena disebabkan oleh banyak faktor seperti mimpi di alam bawah sadarnya atau panca indranya menangkap pembicaraan orang lain. 



(Foto: Healthywomen.com)


Mengigau cenderung lebih sering terjadi pada laki-laki dan anak-anak dan dapat diturunkan secara genetik. Selain itu, kurang tidur, konsumsi alcohol dan obat-obatan, demam, stres, kecemasan, hingga depresi juga dapat menyebabkan seseorang tidur sambil meracau. Berbicara saat tidur termasuk gangguan tidur seperti halnya parasomnia (teror ketika tidur) dan sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur). Pada kasus dengan gangguan tidur akut, berbicara saat tidur mungkin memiliki kaitan dengan kejang nokturnal—kejang yang terjadi saat tidur. Berbicara ketika tidur dapat terjadi kapan saja bahkan beberapa kali dalam semalam. Pada saat pertama kali mengigau, mungkin terdengar seperti gumaman tanpa arti tetapi akan semakin jelas pada tahap-tahap selanjutnya. 

  • PAGE
  • 1
  • 2

Author:

You Might Also LIke