Seorang ahli menjelaskan dampak dari minuman ini.

Durasi baca: 1 menit.


Jus biasanya menjadi jawaban bagi Anda yang ingin menjaga kebugaran tubuh dan berat badan. Berbeda dengan smoothies yang diolah menggunakan blender, jus diproses dengan juicer. Beberapa orang menganggapnya lebih sehat karena air dapat terproduksi maksimal tanpa ampas tersisa. Namun, benarkah anggapan tersebut? Frank Lipman, M.D.—pendiri Eleven Eleven Wellness Center di New York menyatakan bahwa pemahaman itu adalah salah. Berikut beberapa alasan mengapa jus tidak benar-benar sehat menurut Frank.


BUKAN SUMBER SERAT TERBAIK

Serat dalam jus jumlahnya sangat kecil. Hal ini dikarekan hampir semua serat tertinggal di dalam juicer dan dibuang begitu saja. Sangat disayangkan karena serat memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti menjaga pencernaan dan memudahkan buang air besar. Jadi saat Anda mengalami masalah buang air besar, jus bukanlah jawabannya.



(Foto: Pxhere.com)


BANYAK MENGANDUNG GULA

Selain kandungan seratnya yang sedikit, Frank mengatakan bahwa jus yang terbuat dari buah dan sayur yang menjadikannya sebagai kumpulan gula. Misalnya saja salah satu sayuran dan buah yang sering di jus yakni wortel dan pisang. Dalam setiap 100 gr wortel terdapat 4,7 gr gula sedangkan 100 gr pisang mengandung 12 gr gula. Belum lagi kalau jus tersebut ditambah gula atau susu. Memang, jus secara cepat dapat menambah nutrisi untuk tubuh secara cepat. Namun dengan kandungan gula yang menggunung, sebaiknya Anda perlu mempertimbangkannya kembali.