Simak jawabannya di bawah ini.

Durasi baca: 50 detik.


Mengonsumsi gula berlebih tidak hanya buruk bagi penderita diabetes, tetapi juga memberikan efek negatif lainnya bagi tubuh Anda. Butiran putih yang biasa menjadi bahan pelengkap makanan atau minuman ini dapat memicu terjadinya obesitas hingga menumbuhkan sel kanker di dalam tubuh.


Beragam pakar Biologi Molekular dari Belgia telah melakukan riset yang memakan waktu selama 9 tahun untuk menemukan fakta lain dibalik manisnya gula. Lalu apakah gula menyebabkan kanker? Nah, hal mengejutkan datang ketika ditemukan bahwa gula dapat menjadi perangsang tumbuhnya sel tumor dan kanker di dalam tubuh.

(BACA JUGA: Sederet Manfaat Buah Manggis untuk Mencegah Kanker)


Pada umumnya setiap manusia memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Ketika kadar gula meningkat, maka tubuh akan menghasilkan insulin, hormon yang menyerap gula menjadi energi, semakin tinggi gula maka jumlah insulin menjadi kian meningkat. 


Namun, jika kadar yang tertampung berlebihan maka akan tumbuhlah hormon IGF (Insulin-like growth factor) yang dapat merangsang perkembangan sel kanker di dalam tubuh.



(Foto: Freepik.com)


Fakta ini menjadi angin segar bagi para ahli onkologi untuk mengetahui salah satu penyebab lain kanker, sehingga Anda dianjurkan menerapkan pola makan yang ideal. Anda dapat mengurangi kadar gula dengan mengonsumsi jus buah tanpa pemanis tambahan, beberapa produk susu segar alami, dan serat agar kebutuhan nutrisi tercukupi dan cepat kenyang. Langkah ini juga bisa diterapkan supaya terhindar dari obesitas.


Mengonsumsi gula berlebihan memang memberikan dampak buruk bagi tubuh, namun bukan berarti Anda harus sepenuhnya menghindari gula. Sebagai salah satu sumber energi, gula juga berperan penting. 


Justru kekurangan asupan gula tubuh akan menimbulkan potensi penyakit lain seperti kurangnya gula darah. Sebaiknya konsumsi gula dengan takaran yang sesuai dengan tubuh, maksimal 4 sendok teh per harinya.


(Nisa Rahtio/Mondials Anindhita, foto: Freepik.com)