ads
×

Stay in The know

Health & Body

Anda Pun Berisiko Memiliki Alter Ego. Cegah Dengan Cara Ini Agar Tak Terjebak!

Anda Pun Berisiko Memiliki Alter Ego. Cegah Dengan Cara Ini Agar Tak Terjebak!
Saskia Damanik

Sun, 8 May 2016 at 13.15

Psikolog Martin Seligman berbagi tipnya mencegah terciptanya alter ego pada diri Anda.

Sebelum melangkah lebih jauh Anda wajib mengetahui fakta-fakta alter ego ini. (BACA: Mengenal Seluk Beluk Alter Ego—Kepribadian Buatan—Yang Sengaja Diciptakan Orang)Zaman yang kian maju menuntut beberapa orang menciptakan alter ego untuk tetap bisa bersosialisasi, dianggap di komunitas, mendapatkan perhatian, hingga eksis. 

Jika berlebihan, ancaman depresi hingga kematian dapat datang kepada mereka yang meniptakan alter ego di dalam diri. Martin Seligman, Psikolog asal University of Pennysylvania mengatakan bahwa salah penyebab utama dari memiliki alter ego adalah diri sendiri. Anda jangan sampai terjebak. Untuk mencegahnya, lakukan hal-hal yang GLITZMEDIA.CO ungkap berikut ini:


Kenali Diri

Seperti apa sifat baik dan buruk Anda? Kenali secara mendetail mengenai karakter diri dengan mengklasifikasikannya menjadi sifat baik, sifat buru, hal-hal yang membuat Anda bahagia, hal-hal yang membuat sedih, hobi, dan sebagainya. Cobalah untuk jujur pada diri sendiri untuk menghindari sifat atau citra ilusi diri Anda.


Maksimalkan Potensi

Setelah menulis klasifikasi pengenalan diri, saatnya melihat sifat baik Anda. Tak apa bila hanya sedikit, namun fokuslah pada sifat baik Anda. Maksimalkan hal tersebut untuk menggapai mimpi tanpa membentuk pribadi lain. Be the best version of yourself. Tak perlu menjadi orang lain untuk sukses, kan?




Bentuk Prinsip

Bukan bermaksud untuk menjadi prinsipil, namun prinsip hiduplah yang dapat menjadikan Anda terbebas dari ancaman penyakit mental, termasuk memiliki alter ego. Tak perlu berusaha menjadi orang lain untuk diterima dan sebagainya. Jadilah diri sendiri dan beri batasan mana hal yang dapat Anda tolerir dan tidak. Mantapkan prinsip tersebut agar memiliki pribadi yang kuat.


Hargai Diri Sendiri

If you want to be respected, you should respect yourself first. Jadi, hargai diri sendiri sebelum Anda meminta orang lain yang melakukannya. Tak perlu berusaha memenuhi ekspektasi orang lain secara berlebihan, karena sesungguhnya tak ada yang lebih memuaskan dibanding dengan merasa bahagia dengan rasa puas terhadap diri sendiri.


Luangkan Waktu

Ya, keluarga, sahabat, bahkan hewan peliharaan dapat membuat Anda tetap menjadi diri sendiri. Karena itu, luangkanlah waktu bersama orang-orang yang tak akan menghakimi Anda. Hal ini sangat perlu dilakukan, apalagi bagi Anda yang memiliki profesi dengan menciptakan citra tertentu. Meluangkan waktu bersama dengan orang-orang yang tak akan menghakimi membuat Anda tetap menganggap citra tersebut hanyalah peran dan bukan bagian dari diri sendiri. Just take and do it as a pro, plus don’t make it as your character


Nostalgia

Ini adalah salah satu langkah yang membuat Anda tak lupa sifat dasar ketika masih kecil. Bernostalgia juga akan membantu untuk mengenal diri sendiri, sekaligus menetapkan prinsip dalam menjalani hidup. Setidaknya, Anda tak akan kehilangan garis merah karakter diri dari kecil hingga saat ini. Seligman pun mengungkapkan bahwa sifat dan karakter dasar manusia sudah ada sejak usia tiga tahun. Ingatlah saat-saat yang membahagiakan, Glitzy.


Terkadang, sikap malu dan gengsi pada diri sendiri membuat Anda sulit untuk memahami karakter diri. Jadi, jika ingin mencatat poin pertama, lakukanlah saat Anda sedang me time sehingga meminimalisir rasa gengsi tersebut. The hardest thing in life is being accepted by yourself, because when you can do it, then the right person will accept you as who you are.

(Shilla Dipo, Images: Dari berbagai sumber)

You Might Also LIke