×

Stay in The know

Health & Body

6 Penyebab Anda Susah Buang Air Besar

6 Penyebab Anda Susah Buang Air Besar
Anggia Hapsari

Fri, 20 September 2019 at 09.02

Tidak hanya pengaruh kurang serat, beberapa hal ini dapat menjadi penyebab sulit buang air besar. 

Durasi baca: 1 menit 15 detik


Apakah Anda selalu buang air besar setiap hari? Bagaimana prosesnya? Apakah Anda perlu mengejan cukup keras karena seringkali sulit melakukan buang air besar? Hati-hati. Jangan dianggap enteng. Kondisi ini tentu membuat tubuh tidak nyaman yang akhirnya dapat memengaruhi kesehatan tubuh Anda.


Dilansir dari Mindbodygreen.com, penjualan obat untuk mengatasi susah buang air besar atau konstipasi mencapai angka USD 7 Juta per tahunnya. Padahal, penggunaan obat tersebut dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan, kadar elektrolit tubuh yang tak seimbang, dehidrasi, infeksi saluran pencernaan, hingga kerusakan hati.

(BACA JUGA: Sakit Perut Pada Anak)


Serat memang sangat diperlukan agar Anda dapat menghindari masalah dengan pencernaan. Namun ternyata, penyebab masalah konstipasi bukan hanya disebabkan karena kurang serat saja, lho! Inilah penjelasan dr. Magdalena Rahardjanti dari Interbat Indonesia mengenai penyebab seseorang mengalami masalah dengan buang air besar. 


PERUBAHAN POLA DIET

Banyak orang melakukan diet demi mendapatkan dan menjaga bentuk tubuh ideal. Berbagai macam diet pun dicoba demi mewujudkan keinginan bentuk tubuh tersebut. 


Sayangnya, suatu perubahan yang terjadi dari asupan makanan dari perubahan diet dapat menyebabkan tubuh sulit beradaptasi. Akibatnya, proses penyerapan makanan menjadi kurang baik. 


Sebaiknya persiapkan tubuh Anda terlebih dahulu seperti dengan melakukan detoks setidaknya 3 hari sebelum melakukan program diet yang baru. Pastikan Anda mendapatkan asupan serat cukup, 25 gram per hari untuk perempuan dewasa,


KURANG AKTIF

Aktivitas tubuh untuk bergerak juga ikut memengaruhi metabolisme dalam tubuh. Itulah sebabnya Anda sebaiknya perlu melakukan olahraga. Jangan malas! 

( Foto: Medicalnewstoday.com)


Olahraga ringan selama 30 menit per hari sangat disarankan agar proses metabolisme tidak terganggu. Luangkan waktu untuk olahraga di dalam ruangan seperti sit up, back up, peregangan, atau malah  jogging sebelum berangkat kerja.


STRES

Tahukah Anda bahwa stres dapat menjadi pemicu konstipasi? Stres memang selalu dapat memengaruhi kesehatan. Pada saat stres, hormon kortisol akan lebih banyak berproduksi sehingga membuat otot tubuh menjadi kaku. Kondisi ini dapat memengaruhi sistem fungsi tubuh, salah satunya adalah pencernaan. 


PROSES BEDAH DAN HORMON YANG BERUBAH 

Selain itu, jika Anda baru saja melakukan proses bedah atau mengonsumsi obat nyeri jangka panjang, hal ini bisa menjadi penyebab sembelit. Obat penghilang rasa sakit seperti opioid merupakan penyebab konstipasi yang sangat umum,


Hormon pun juga dapat memengaruhi konstipasi. Pada perempuan secara umum, perubahan hormon seringkali terjadi karena menstruasi. Karena itu, proses pencernaan pun seringkali terganggu sebelum dan saat sedang menstruasi, yang menyebabkan susah buang air besar.

(BACA JUGA: Nyeri Punggung Saat Menstruasi, Normalkah?)



Tidak hanya itu saja, perubahan hormon pun terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Itulah sebabnya susah buang air besar juga umumnya dialami oleh seseorang yang sudah menginjak usia lanjut, apalagi jika orang tersebut memiliki masalah dengan tulang belakang.


Penurunan fungsi organ tubuh akan terjadi secara alami terutama pada area pencernaan.


KONDISI HAMIL

Konstipasi juga dapat terjadi jika Anda sedang dalam kondisi berbadan dua. Selain pengaruh hormon, kondisi perut yang kian membesar akan memengaruhi dan menekan usus besar. Inilah yang akan membuat Anda susah buang air besar. 


Diskusikan segera masalah ini dengan dokter kandungan atau bidan. Lakukan peregangan ringan dengan gerakan yoga prenatal, perbanyak makan serat dan minum air mineral.


Serat dapat diperoleh dalam dua bentuk. Serat larut dalam air, seperti gandum, apel, dan kacang-kacangan. Serta serat tidak larut, seperti gandum, brokoli, dan sayur berwarna gelap yang kaya antioksidan. Sebagian besar orang membutuhkan campuran keduanya untuk menjaga buang air besar lancar.  


FUNGSI TIROID

Jika berbagai penyebab sembelit sudah dikesampingkan, cobalah untuk berkonsultasi ke internis, Dokter Spesialis Penyakit Dalam akan memeriksa apakah fungsi tiroid Anda normal. 


Kondisi hipotiroidisme yang disebabkan kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat memicu konstipasi,” jelas dr Magdalena yang akrab dipanggil dr. Magda ini. 


Fungsi tiroid yang bekerja dengan baik akan melepaskan hormon bagi berbagai proses tubuh, termasuk pencernaan. Tanpa hormon-hormon penting tersebut, gerak usus dapat melemah dan melambat.


(Anggia Hapsari, foto: Unsplash.com/ Alexander Krivitskiy/ Christian Newman, Todaysparent.com)


You Might Also LIke