×

Stay in The know

Health & Body

5 Penyebab Sering Berliur Saat Tidur

5 Penyebab Sering Berliur Saat Tidur
Anggia Hapsari

Sat, 16 November 2019 at 18.06

Anda terlalu nyenyak hingga sering berliur saat tidur? Belum tentu. Ketahui penyebabnya pada artikel ini. 

Durasi baca: 1 menit


Berliur adalah situasi ketika air liur berlebih keluar dari mulut. Meskipun terasa normal, hal ini terasa tidak nyaman, apalagi jika jumlah air liur terlalu berlebih. Padahal saat Anda tidur, otot-otot wajah akan tetap refleks untuk menelan air liur. 


Dilansir dari situs Healthline.com, dokter penyakit dalam dan direktur medis di Executive Health Resources San Fransisco, Elaine K. Luo, MD menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan air liur di mulut. Istilah medis untuk meneteskan air liur terlalu banyak adalah sialorrhea dan hipersalivasi.


Meskipun meneteskan air liur saat tertidur cukup umum, terkadang hal ini menjadi gejala kondisi neurologis, gangguan tidur, atau pertanda tentang kondisi kesehatan tubuh seseorang. Orang-orang yang pernah mengalami stroke, atau akibat dari celebral palsy atau multiple sclerosis akan sering berliur. 

(BACA JUGA: Lindungi Anak di Kamar Tidur)


Namun jika Anda tidak pernah mengalami sejarah penyakit itu, ada baiknya Anda mengetahui penyebab berliur ketika tertidur seperti yang dipaparkan oleh Elaine berikut


POSISI TIDUR

Penyebab paling umum dari meneteskan air liur saat tertidur sangat mudah dan jarang terpikirkan yaitu berhubungan dengan gravitasi bumi. Karena itu, posisi tidur sering menyebabkan air liur menggenang di dalam mulut. 



Orang-orang yang tertidur dengan posisi miring ke samping atau tertidur dengan posisi tengkurap lebih besar kemungkinannya untuk mengeluarkan air liur saat tertidur. Terutama jika Anda bernapas dengan mulut atau memiliki saluran sinus yang sempit, air liur terakumulasi di mulut dan keluar dari bibir ketika bernapas.

(BACA JUGA: Agar Bayi Tidur Nyenyak)


GASTROINTESTINAL REFLEX DISORDER (GERD)

Gastrointestinal Reflex Disorder adalah kondisi pencernaan ketika isi perut mengalir kembali ke kerongkongan, merusak lapisan esofagus. GERD dapat menyebabkan disfagia—kesulitan menelan—atau membuat seperti memiliki benjolan di tenggorokan Anda. Kelainan ini menyebabkan air liur yang berlebihan untuk sebagian orang.


EFEK SAMPING OBAT

Beberapa obat dapat membuat kondisi tubuh menjadi rentan untuk meneteskan air liur. Obat antipsikotik—terutama clozapine—dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Alzheimer telah terbukti menyebabkan air liur yang berlebihan. Beberapa antibiotik juga dapat menyebabkan sialorrhea.


SINUS YANG TERSUMBAT

Jika sedang mengalami hidung tersumbat karena pilek atau infeksi, Anda akan mengalami mengiler yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan Anda akan membuka mulut secara otomatis agar lebih mudah bernapas. 



Apalagi jika Anda memiliki saluran sinus yang meradang atau tersumbat akut bahkan sinus yang lebih sempit dari orang lain, tentu Anda akan mengeluarkan liur sepanjang waktu ketika tertidur. 


Sinus yang tersumbat membuat Anda bernapas melalui mulut saat tidur. Pernapasan melalui mulut menyebabkan air liur terpacu lebih banyak keluar dari mulut.


SLEEP APNEA

Ketika tubuh mengalami sleep apnea, tidur akan terganggu karena tubuh berhenti bernapas untuk sesekali di malam hari. Mengiler dapat menjadi faktor risiko untuk kondisi ini. Sleep apnea dapat menjadi sangat serius dan harus mendapatkan diagnosis yang tepat. 


Jika banyak mengeluarkan air liur di malam hari, apakah selalu disertai dengan salah satu tanda sleep apnea lain seperti mendengkur dengan keras, bangun dengan perasaan kaget atau kehabisan napas, kesulitan fokus di siang hari, mengantuk terus menerus, sakit tenggorokan atau mulut kering saat bangun tidur. 


Segera temui dokter jika memiliki satu atau lebih dari gejala ini selain meneteskan air liur.


(Chybill Anjani/ Anggia Hapsari, foto: unsplash.com)


You Might Also LIke