×

Stay in The know

Health & Body

5 Fase Kesedihan Seseorang: Menarik Diri dari Seseorang Hingga Depresi

5 Fase Kesedihan Seseorang: Menarik Diri dari Seseorang Hingga Depresi
Mondials Anindhita

Tue, 27 August 2019 at 18.36

Ternyata rasa sedih, mengalami beberapa fase tertentu. Simak penjelasannya berikut ini.

Durasi baca: 1 menit.


Kesedihan yang mendalam memang bisa disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah kehilangan orang kesayangan, masalah pekerjaan, atau kegagalan dalam mencapai suatu hal. Situasi menyedihkan memang tidaklah dapat dihindari dalam kehidupan seseorang.

(BACA JUGA: Mengapa Orang yang Depresi Lebih Suka Mendengarkan Lagu Sedih?)


Namun, ada beberapa hal yang perlu dicatat, bahwa rasa sedih yang sedang Anda rasakan mengalami beberapa fase tertentu. Dilansir dari Healthline, setiap orang memiliki cara berduka yang berbeda-beda. Diantaranya adalah menangis, marah, menarik diri hingga merasa kosong.


Psychcentral pernah menjelaskan, bahwa ada lima tahap kesedihan yang dihadapi banyak orang, yakni penolakan atau denial yang akan menarik diri, marah atau anger, depresi atau depression, penawaran atau bargaining, dan penerimaan atau acceptance. Inilah penjelasannya.


DENIAL: PENOLAKAN DAN MENARIK DIRI

Biasanya, fase ini akan dilakukan seseorang yang baru saja mengalami kejadian yang menyedihkan. Reaksi penolakan ini termasuk hal yang normal dilakukan seseorang ketika sedang mengalami kejadian menyedihkan, perasaannya dipenuhi oleh rasa emosi.


Reaksi ini juga merupakan salah satu mekanisme pertahanan yang biasa dilakukan seseorang, untuk melindungi hal-hal yang ia percayai. Pada tahap ini, orang tersebut belum bisa memercayai peristiwa yang ia alami, sekaligus menarik diri dari lingkungan sekitar.




ANGER: DIPENUHI RASA AMARAH

Terkadang, rasa sakit memang sangatlah sulit untuk diterima bagi sebagian orang. Seseorang dengan rasa sakit tertentu, rentan terpicu emosi, sehingga terkadang untuk melampiaskan rasa sakitnya harus melalui kemarahan. 

Rasa marah tersebut, terkadang diarahkan kepada orang- orang tertentu yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Misalnya saja, seperti membenci orang yang sudah meninggal, atasan yang memecat mereka, dan lain-lain.

Tidak menutup kemungkinan juga, rasa amarah tersebut dapat dilampiaskan kepada orang yang tidak berkaitan, seperti psikiater atau rohaniawan yang mencoba membantu orang tersebut.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke