ads
×

Stay in The know

Health & Body

4 Penyebab Vagina Sering Keputihan

4 Penyebab Vagina Sering Keputihan
Anggia Hapsari

Sun, 5 January 2020 at 16.05

Sering mengalami keputihan? Ini penyebabnya. 

Durasi baca: 1 menit 20 detik


Vagina yang sehat umumnya memproduksi cairan berwarna bening untuk melembapkan daerah intim supaya tidak kering dan iritasi. Menjelang menstruasi para perempuan umumnya akan memproduksi cairan tersebut dalam jumlah banyak dan berwarna putih pekat. 


Namun, jika cairan ini terus bertambah—di luar siklus menstruasi—dan mengalami perubahan warna menjadi kuning kecokelatan hingga berbau, maka Anda perlu waspada karena hal tersebut merupakan tanda awal vagina Anda tidak sehat. 


Oleh karena itu, kenali penyebab mengapa vagina mengalami keputihan. 

(BACA JUGA: Kesemutan pada Vagina)


PH TIDAK NORMAL 

Vagina memiliki pH normal di antara 3,5 – 4,5. Namun, ketika pH vagina semakin asam, maka bakteri pathogen—parasit—akan berkembang semakin banyak dan menyebabkan vagina memproduksi cairan yang berlebihan. 


Akibatnya, vagina terasa menjadi lebih basah bahkan terjadi keputihan. Anda sebaiknya mengurangi kebiasaan membasuh vagina menggunakan sabun antiseptik secara berlebih, karena dapat menurunkan kadar asam di dalam vagina. Anda masih boleh menggunakannya sesekali waktu seperti setelah menstruasi. 


INFEKSI 


Masuknya benda ke dalam vagina juga bisa menyebabkan infeksi sehingga bakteri patogen tumbuh berkembang dan membuat vagina mengeluarkan cairan berlebih. Benda yang dimaksud seperti rambut kemaluan, alat kontrasepsi, sex toy, atau teknik membersihkan menggunakan douching. 

(BACA JUGA: Ini Efek Samping Membersihkan Organ Intim dengan Cara Douching)


Sebaiknya, jaga kebersihan organ intim agar tidak terkena infeksi dengan cara rutin membersihkan organ intim sebelum dan setelah melakukan hubungan intim, pilihlah alat kontrasepsi yang sesuai dan aman untuk Anda, serta rutin mengganti pembalut ketika menstruasi.



KONDISI FISIOLOGIS  

Selain pH yang terlalu rendah, kondisi perempuan seperti menstruasi juga bisa menyebabkan vagina banyak mengeluarkan cairannya. 


Ketika menstruasi, kelenjar bartholin menjadi lebih aktif memproduksi cairan vagina terutama pada leher rahim. Akibatnya, Anda bisa rentan terkena kista atau kanker serviks. Anda harus rutin membersihkan vagina terutama pada saat menstruasi untuk meminimalkan risiko tersebut.  


LIBIDO TINGGI 

Ketika libido Anda tinggi, terutama saat berhubungan intim, maka tubuh banyak memproduksi hormon estrogen atau hormon cinta. Kehadiran zat tersebut mampu meningkatkan lubrikasi di dalam tubuh yang membuat vagina terasa basah. 


Namun, untuk kondisi satu ini masih tergolong wajar. Justru cairan lubrikasi sangat diperlukan ketika Anda berhubungan intim untuk menghindari rasa sakit saat bercinta.

(Agnes Priscilla, foto: unsplash.com/ Billie)



You Might Also LIke