Stay in The know

ads

Health & Body

3 Tanda Anak Kekurangan Serat

3 Tanda Anak Kekurangan Serat

Kenali penyebab dan akibat anak tidak suka makanan mengandung serat. 

Durasi baca: 1 menit


Sayur dan buah-buahan bukanlah makanan favorit anak-anak. Kalaupun ada yang mau makan sayur, mereka hanya mau makan sayur yang itu-itu saja. Padahal sayuran sangat diperlukan untuk membantu proses tumbuh kembang. 


Secara statistik perilaku tersebut sudah memang sudah menjadi fenomena baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Menurut riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat tahun 2014, sebanyak 97,7 persen anak Indonesia yang berusia di bawah lima tahun kurang mengonsumsi sayur dan buah. Sedangkan kelompok anak usia balita (0-59 bulan) memang menjadi proporsi penduduk yang paling sedikit mengonsumsi sayur (86,2 persen).

(BACA JUGA: 5 Nutrisi Makanan untuk Meningkatkan Pertumbuhan Anak)



MENGAPA ANAK MALAS MAKAN SAYUR DAN BUAH


Saat mengonsumsi sayur dan buah, Anda memang tidak dapat mengandalkan perolehan energi dari makanan tersebut. Jumlah protein maupun karbohidratnya terhitung sedikit. Konsumsi sayuran dan buah lebih ditujukan agar kebutuhan tubuh akan mineral maupun serat terpenuhi dengan baik. 


Secara biologis, poin inilah yang dipaparkan Rose Gerber dari University of Pittsburg sebagai penyebab anak-anak tidak suka sayur: keduanya tidak menyediakan tenaga yang cukup untuk aktif bergerak. 


Selain itu, rasa sayuran yang cenderung pahit membuat si Kecil enggan mengonsumsinya. Berbeda dengan orang dewasa, rasa pahit adalah rasa yang asing bagi anak-anak. Sementara rasa manis dan asin lebih akrab di lidah. Rasa pahit dalam sayuran disebabkan oleh kandungan kalsium serta senyawa bermanfaat lain seperti fenol, flavonoid, isoflavon, terpene, dan glucosmolates. 


TANDA-TANDA ANAK KEKURANGAN SERAT


Banyak cara yang sudah dilakukan orangtua untuk membuat anak mau makan sayuran. Namun, tetap saja anak susah makan sayur. Untuk mengetahui tanda anak kekurangan sayur, Anda bisa melihat beberapa gejala ini. 


SEMBELIT

Layaknya orang dewasa, anak-anak yang kekurangan sayur juga akan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Anda bisa memperhatikan kebiasaan makan si kecil. Apabila mereka mengelur susah buang air, berarti anak kekurangan sayur. 


MUDAH LEBAM DAN BERDARAH

Anak-anak memang sering terjatuh dan terluka, namun coba perhatikan lagi apakah luka dan lebam pada kulit anak normal atau tidak. Bila dirasa tidak normal, kemungkinan anak kekurangan vitamin K yang membantu pembekuan darah. 

(BACA JUGA: Makanan Sehat tidak Selalu Sehat)



Tak hanya itu, kekurangan vitamin C dapat menyebabkan tubuh Anda mudah lecet, gusi mudah berdarah, dan sulit sembuh jika sakit. Konsumsi sayuran berdaun hijau, brokoli, dan tomat untuk meningkatkan vitamin C.


MUDAH LELAH

Jika tubuh kekurangan kadar folat, maka seseorang akan mudah lelah dan terkena anemia. Untuk itu, konsumsilah kacang-kacangan dan asparagus.


(Foto: Letgrow.org)


Dampak yang paling parah dari kekurangan sayur adalah defisiensi vitamin pada anak. Hal ini bisa berdampak serius pada perkembangan anak karena bisa memperlambat pertumbuhan anak atau stunting. Selain itu kekurangan vitamin pada anak juga berpengaruh pada penglihatan dan kemampuan yang anak yang lain. 


Anak-anak yang kekurangan sayur ternyata juga mudah rewel. Hal ini karena mereka mudah merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuh mereka. Yuk mulai sekarang biasakan anak untuk makan sayur agar kesehatan mereka tetap terjaga. 


(Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/ Pragyan Bezbaruah/ Pixabay)




You Might Also LIke