Inilah 3 pilihan olahraga yang paling banyak membakar kalori.  

Durasi baca: 1 menit 


Salah satu tujuan kita berolahraga adalah untuk membakar kalori. Harapannya, tentu untuk mengikis habis kelebihan lemak dan protein yang diperoleh dari mengonsumsi sepiring besar daging steak atau sebakul nasi saat weekend. 


Teorinya, olahraga yang dilakukan dengan intensitas tinggi dan dilakukan dengan durasi panjang dapat membantu mempercepat pembakaran kalori. Sayang, tidak tiap saat kita mempunyai waktu panjang untuk melakukan latihan tersebut. 


Itulah sebabnya, Tracy Anderson, yang dikenal sebagai Personal Trainer Jennifer Lopez, membocorkan beberapa olahraga terefektif untuk membaar kalori:  


KICKBOXING 

Menurut Harvard Health Publications, olahraga bela diri yang melibatkan banyak gerakan meninju dan menendang dapat membakar energi hingga 600 kalori per jam, jika dilakukan pada orang dengan berat badan 63 kg. Semakin berat orang tersebut maka semakin besar energi yang terpakai. 


Kickboxing memang memiliki tingkat intensitas yang sangat tinggi karena melibatkan pergerakan otot paha, punggung, dan bahu. Dengan demikian energi yang diperlukan dan kalori yang terbakar akan sangat tinggi.  


Sulit untuk menemukan tempat latihan yang tepat dan menyenangkan untuk kickboxing? Muay Thai atau kelas body combat yang menggabungkan unsur aerobic dan bela diri dapat Anda coba untuk memulai latihan intensif ini. 


BURPEE 

Ini adalah olahraga yang melatih sebagian besar otot besar tubuh. Latihan ini dimulai dengan berdiri tegak, squat, melempar kaki ke belakang membentuk posisi plank, push up, menarik lagi posisi kaki ke depan dada, lalu melompat ke atas sambil mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi.


Olahraga ini merupakan olahraga yang sederhana dan ekonomis karena menggunakan berat badan sendiri. Jika dilakukan dengan tepat dan efektif, akan membantu mengurangi 300 kalori setiap 30 menit. Bagi pemula, yang terpenting, lakukan burpee dengan perlahan. 


Jangan memaksakan kemampuan Anda.  Agar lebih efektif, lakukan gerakan ini di sela melakukan olahraga jogging.


TABATA 

Konsep latihan ini adalah latihan intensitas tinggi selama 20 detik dan istirahat 10 detik. Anda kemudian harus melakukan latihan sebanyak 8 kali putaran hingga seluruh latihan selesai pada menit keempat.  


Olahraga Tabata dapat dilakukan di mana saja sehingga tergolong efektif, mudah, dan, yang terpenting, ekonomis. Tabata dapat diterapkan di berbagai latihan seperti lari, naik tangga, mengayuh sepeda statis, bahkan latihan beban menggunakan berat tubuh sendiri. 


Menurut Tracy, Tabata, sebagai olahraga yang tergolong dalam HIIT ( High Intensity Interval Training) dinilai lebih banyak membakar kalori. Olahraga yang menuntut kecepatan dan ketepatan gerak ini bahkan dapat membakar 13,5 kalori pada setiap menit! 


Meski demikian, Tracy pun mengingatkan agar sebelum melakukan berbagai latihan yang cenderung berat di atas, Anda melakukan pemanasan sebelum olahraga agar tubuh tidak 'kaget'. Jangan lakukan latihan intensitas tinggi ini setiap hari karena tubuh perlu istirahat.  Yang paling utama, jangan memaksa tubuh Anda melakukan latihan intensitas tinggi. 


Apalagi jika Anda masih pemula. Lakukan bertahap hingga tubuh dapat menyesuaikan diri dan dinilai mampu untuk melalui latihan lebih berat.  

(Anggia Hapsari, foto: Pexels/ Gratisography)