×

Stay in The know

Health & Body

3 Hal Penting Sebelum Mengizinkan Anak Menggunakan Virtual Reality

3 Hal Penting Sebelum Mengizinkan Anak Menggunakan Virtual Reality
Anggia Hapsari

Sat, 4 April 2020 at 18.06

Perhatikan beberapa hal berikut sebelum membeli Virtual Reality dan Augmented Reality untuk anak.

Durasi baca: 1 menit 


Virtual Reality atau VR dan Augmented Reality atau AR saat ini sedang ngetren di kalangan penggemar gadget. Alat ini memungkinkan Anda untuk bermain game atau melihat video secara nyata. 


Karena fiturnya yang menarik, tidak jarang  juga menjadi incaran anak-anak untuk menambah keseruan saat bermain game atau menonton video. Namun, sebelum Anda memberikan VR atau AR pada anak, ada dua hal yang harus diperhatikan tentang teknologi ini: 

(BACA JUGA: Ciri-Ciri Anak Kurang Gizi)


BATAS USIA MINIMUM PADA ANAK ADALAH 12 TAHUN

Sama seperti penggunaan gadget lain, VR dan AR juga mempunyai usia minimum untuk penggunanya. Meskipun banyak yang bilang bila alat ini aman digunakan oleh anak usia 7 tahun, namun para ahli kesehatan anak menyarankan bahwa alat ini sebaiknya digunakan pada anak dengan minimal usia 12 tahun. 


Hal ini karena otak anak di bawah usia 12 tahun masih dalam tahap perkembangan. Pada usia di bawah 12 tahun emosi anak pun belum stabil untuk menerima fantasi yang tampak benar-benar nyata.


RESIKO CEDERA PADA ANAK

Meskipun banyak manfaatnya, namun bukan berarti alat ini tidak mempunyai dampak buruk. Faktanya alat ini mengajak penggunanya untuk bergerak, namun bila anak belum bisa mengontrol gerakan mereka, resiko kecelakaan sangat mungkin terjadi. 


Selain itu, masalah mental menjadi perhatian utama karena anak otak anak serasa ‘dicuci’ saat mereka melihat sebuah fantasi yang sangat mirip dengan aslinya. Hal ini ditakutkan menyebabkan anak tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak. 

(BACA JUGA: Mainan Anak 1 Tahun)


Tidak ada salahnya memperkenalkan anak dengan teknologi. Namun, semuanya harus dilakukan di bawah pengawasan orangtua untuk meminimalkan dampak buruk sekaligus dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi baru.


DAMPAK PADA MATA 

Masalah dengan headset VR dan AR berhubungan dengan syaraf mata tegang dan kering. Ahli kesehatan mata menyebutnya refleks akomodasi-konvergensi. 


Susan Carden, MBBS, FRANZCO, FRACS, Phd dari The Royal Children’s Hospital Melbourne, Australia menyatakan bahwa sebelumnya sudah ada bukti yang memperlihatkan keterkaitan antara headset VR dan AR dengan masalah mata, meski memang perlu riset lebih jauh lagi untuk menggali dampak penggunaan alat dalam jangka panjang.  


Para pembuat headset VR sendiri termasuk Google, Samsung, dan Sony hingga saat ini terus mengembangkan VR mereka lebih baik lagi dan ramah bagi mata sang pengguna. 


Sejauh ini, dampak menggunakan headset yang langsung terlihat dan sering dialami sebagian pengguna adalah pusing, mual, dan ingin muntah. Karenanya para pembuat headset VR dan AR merekomendasikan agar pengguna headset tidak berlama-lama dan beristirahat setiap 15 menit. 

 (Anggia Hapsari, foto: unsplash.com/ Jessica Lewis/ Stem )


You Might Also LIke