ads
×

Stay in The know

Food & Diet

Telur Asin: Baikkah untuk Kesehatan Tubuh?

Telur Asin: Baikkah untuk Kesehatan Tubuh?
Anggia Hapsari

Fri, 3 January 2020 at 18.36

Meskipun sangat lezat, telur asin pun memiliki dampak yang tak bisa dianggap remeh untuk kesehatan. 

Durasi baca: 50 detik.   


Berkembangnya zaman membuat beberapa bahan makanan diolah dengan cara yang lebih beragam pula. Salah satu contohnya adalah telur asin. Jenis telur ini terkenal dengan rasanya yang gurih walau hanya direbus saja tanpa bumbu spesial. 


Seiring waktu , muncullah beragam olahan yang memasak telur ini dengan cara berbeda, seperti pasta telur asin, ayam telur asin hingga salted egg custard french toast. Walaupun rasanya gurih dan nikmat, bermanfaatkah telur asin untuk kesehatan Anda?   

(BACA JUGA: 4 Resep Olahan Lezat Telur Asin untuk Keluarga)


BAGAIMANA PROSES PEMBUATAN TELUR ASIN? 

Butiran telur bebek yang sudah dibersihkan direndam dalam larutan air garam selama berhari-hari, mulai dari 12 hari hingga 1 bulan.   


APA SAJAKAH KANDUNGAN DARI SEBUTIR TELUR ASIN? 


Dilansir dari Myfitnesspal.com, sebutir telur asin mengandung: 


Kalori 104 kal 

Lemak total 5 gr 

Kolestrol 210 gr 

Sodium 350 mg 

Potassium 200 mg 

Karbonhidrat 7 gr 

Serat 3 gr 

Protein 7g 

Vitamin A 5% 

Vitamin C 3% 

Kalsium 8% 

Zat besi 21%


APA MANFAATNYA BAGI TUBUH?

Kandungan kalsiumnya bemanfaat untuk membentuk dan mempertahankan kepadatan serta kekuatan tulang dan gigi sehingga mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Selain itu, kalsium juga bersifat menunda lapar sehingga cocok untuk Anda yang dalam program penurunan berat badan. 


Zat besi dalam telur asin berperan penting untuk pembentukan hemoglobin, mencegah anemia, menguatkan otot dan fungsi otak.   


ADAKAH BAHAYANYA BAGI TUBUH? 


Telur asin merupakan salah satu makanan yang tidak boleh dimakan oleh penderita hipertensi karena kandungan sodiumnya yang tinggi. Kolesterol dalam telur asin juga tidak dapat dianggap remeh. 


Menurut Dr. Kalpana Bhaskaran dari Centre for Applied Nutrition Service (CANS), Temasuk Polytechic, Singapura, batas konsumsi kolestrol yang aman adalah 300 mg. Sebutir telur asin bisa saja melebihi batas aman tersebut tergantung dari cara pembuatannya—direndam lebih lama misalnya. 


Sehingga apabila Anda telah memakan sebutir telur asin, batasi komsumsi garam atau makanan lain yang mengandung kolestrol. Konsumsi yang berlebihan tidak hanya memicu hipertensi dan kolestrol tinggi, namun juga penyakit lambung, ginjal, hingga kanker. 

(Agnes Priscilla, foto: unsplash.com/ Kelly Neil/ Autom Mott Rode, asianfoodnetwork.com) 


You Might Also LIke