Penelitian ketiga menghasilkan sesuatu yang lebih menarik. Kali ini peneliti menggunakan tikus yang memiliki kadar osteosit rendah. Osteosit adalah salah satu sel di dalam tulang. Sel ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi apakah berat badan masih dalam batas normal. Saat kadar osteosit rendah, kepekaan terhadap berat badan akan berkurang. Hal inilah yang membuat tikus-tikus dalam penelitian ketiga ini tetap makan walau berat badannya bertambah karena kapsul.


Hasil akhir penelitian ini merekomendasikan bahwa tulang yang sehat dapat mendeteksi  atau ‘membaca’ berat badan dan ‘mengirim sinyal’ ke tubuh untuk mengubah program diet berdasarkan hal tersebut. Ini menjelaskan bagaimana orang yang menghabiskan harinya di kursi dan sedikit memiliki aktivitas cenderung mengalami masalah dengan berat badan. Saat duduk, berat badan ditopang oleh kursi, bukan tulang Anda. Sehingga tulang tidak sadar seberapa berat diri Anda.



(Foto: Tirachard/ Freepik.com)


Penelitian lebih lanjut masih diperlukan sehingga hasil yang lebih pasti dapat ditemukan. Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, mulai dari kurangi waktu duduk di kursi dan bergerak lebih banyak.


(Melinda Sarasswati, foto: Katemangostar/ Freepik.com)