Walaupun pedas, ternyata wasabi memiliki banyak manfaat bagi tubuh.



Bagi kamu pecinta sushi atau makanan jepang lainnya pasti sudah tidak asing dengan wasabi. Ya, wasabi merupakan sebuah makanan pelengkap berbentuk pasta berwarna hijau. Wasabi sendiri sebenarnya merupakan tanaman herbal yang masih sejenis dengan kubis atau kol.



Berasal dari batang tanaman wasabi dan diolah menjadi pelengkap makanan berupa pasta, wasabi memiliki rasa yang cukup unik. Rasanya tajam dan pedas, membuat wasabi menjadi bumbu pelengkap saat makan sushi, sashimi, atau ramen dalam masakan Jepang.


Dan ternyata, di dalam wasabi terdapat kandungan senyawa yaitu Isothiocyante (ITC) yang dikenal sebagai penyumbang rasa pedas. Ternyata wasabi bisa memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Ini dia.


MEMULIHKAN PERADANGAN


Manfaat wasabi bagi kesehatan tubuh adalah dipercaya bisa memulihkan peradangan. Peradangan merupakan sebuah respon dari sistem kekebalan tubuh ketika mengalami infeksi, cedera, luka, dan sebagainya.


(Foto: Freepik.com)

Wasabi memiliki kandungan senyawa ITC yang bisa berhubungan langsung dengan Transient Receptor Potencial (TRP) yang berfungsi menghantarkan sinyal rasa sakit dalam tubuh. ITC dipercaya bisa menghentikan aliran sinyal tersebut, sehingga peradangan dan rasa sakit bisa mereda sedikit demi sedikit.



SEBAGAI ANTIBAKTERI


Tahukah kamu, senyawa ITC tersebut ternyata menjadi senyawa aktif yang memiliki tanggung jawab penuh memberikan efek untuk kesehatan tubuh.


Menurut healthline.com, ekstrak wasabi terbukti memiliki efek bakteri terhadap E. Coli dan Staphylococcus yang merupakan dua bakteri paling umum dan sering dialami manusia.



(Foto: Freepik.com)


MENURUNKAN RISIKO KANKER


Setelah dipelajari, kandungan senyawa ITC ternyata juga memiliki sifat anti kanker. Sebuah studi yang dilansir oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health menemukan ITC yang sudah diekstrak dari akar wasabi bisa menghambat pembentukan Acrylamide sebesar 90 persen selama reaksi Maillard, reaksi kimia yang terjadi karena protein, gula, dan panas bercampur.  


Acrylamide sendiri merupakan kandungan kimia yang terdapat di beberapa jenis makanan, kentang goreng, keripik kentang, kopi, dan sebagainya. Biasanya kimia ini muncul ketika makanan tersebut dilakukan dengan proses memasak dengan suhu tinggi, seperti digoreng.


Penelitian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa ITC dan senyawa serupa yang diisolasi dari wasabi bisa membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Beberapa studi mencatat bahwa asupan sayuran yang lebih banyak seperti wasabi dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, payudara, prostat, dan kandung kemih. 
 
(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com)