×

Stay in The know

Food & Diet

Ingin Dapatkan Protein? Makan Saja Telur Rebus

Ingin Dapatkan Protein? Makan Saja Telur Rebus
Meichella Nancy

Fri, 9 August 2019 at 18.06

Telur rebus baik dikonsumsi untuk balita, orang dewasa, hingga ibu hamil.

Durasi baca: 1 menit.


Protein adalah salah satu asupan yang penting untuk pertumbuhan atau perkembangan tubuh. Protein berfungsi untuk membantu tubuh menguatkan tulang, otot, kulit, dan darah. Makanan sumber protein banyak sekali. Tapi tahukah Anda, jika ingin mendapatkan asupan protein cukup dengan mengonsumsi telur rebus.


Anda semua pasti tahu kalau telur, terutama kuningnya, merupakan salah satu sumber protein yang baik. Ketika direbus, protein yang terkandung di dalam kuning telur tetap terjaga. Lantaran tidak terkena zat lain dari luar. Telur rebus juga bisa dikonsumsi oleh semua kalangan. Mulai dari balita hingga orang dewasa, bahkan ibu hamil.


Konsumsi telur rebus pada balita, cukup satu butir saja dalam sehari. Sedangkan orang dewasa, dibutuhkan sekitar tiga telur rebus dalam satu minggu, untuk memenuhi kebutuhan protein di tubuhnya. Berbeda lagi dengan ibu hamil. 

(BACA JUGA: Telur dan Berbagai Manfaatnya untuk Kulit)




Setiap ibu hamil dan menyusui, bisa mengonsumsi dua butir telur rebus setiap hari, guna memenuhi kebutuhan gizi untuk pertumbuhan janin serta meningkatkan kadar ASI. Kandungan gizi di dalam telur rebus terbilang lengkap.


Selain protein, telur rebus juga mengandung kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A, hingga vitamin B. Healthyfood.co.uk pernah mencatat beberapa nilai penting dalam telur. Selain manfaat-manfaat di atas, telur juga disebut baik untuk kesehatan mata.


Karena dalam sebutir telur, ada kandunga karotenoid yang mampu mencegah degenerasi makula. Makula adalah daerah kecil berbentuk bulat di dalam mata, yang posisinya berada di belakang retina.


Di dalam makula terhadap sebuah lekukan yang bernama fovea. Fovea adalah daerah yang terdiri dari sel-sel bernama konus. Fungsinya adalah untuk melihat hal-hal yang lebih rinci, seperti klasifikasi warna dan bentuk.


(Audy Muhammad Lanta/Andiasti Ajani, foto: cayla1, rosalind chang/unsplash.com)

You Might Also LIke