BUAH APEL

Jenis makanan prebiotik yang pertama adalah buah apel. Buah apel diketahui mengandung zat prebiotik bernama pectin. Pectin adalah sejenis serat larut air yang mampu menyerap cairan berlebih di dalam usus sekaligus memperlambat pergerakan feses.


Karena itu, buah apel sangat layak untuk dikonsumsi jika Anda sedang mengalami diare. Selain itu, buah apel juga kaya akan mineral dan serat. Sehingga sangat pas untuk dikonsumsi bila Anda sedang berdiet.


DARK CHOCO

Jenis makanan prebiotik yang kedua adalah dark choco atau cokelat hitam. Bagi Anda para pelaku diet pasti paham kalau jenis cokelat yang satu ini dikenal sangat baik untuk membantu menurunkan berat badan. Namun lebih dari itu, dark choco termasuk ke dalam kategori makanan yang kaya akan prebiotik.


Bila Anda rutin mengonsumsi dua batang dark choco 70 persen setiap hari, Anda telah membantu perkembang biakkan bakteri Lactobacillus dan Bifdobacteria di dalam saluran pencernaan Anda. Artinya dark choco dapat membantu bakteri baik berkembang dengan sangat baik di dalam tubuh.


Bakteri baik sendiri disebut penting untuk keberlangsungan pencernaan Anda. Jika saluran cerna Anda sehat, maka penyerapan gizi atau nutrisi di dalam tubuh Anda juga akan berjalan sempurna.


DAUN BAWANG

Jenis makanan prebiotik yang ketiga adalah daun bawang. Banyak orang tidak menyukai daun bawang karena aroma dan teksturnya yang hmmm slimy? Tapi sebagai informasi, daun bawang merupakan salah satu sumber prebiotik yang baik untuk tubuh.


Daun bawang mengandung prebiotik jenis inulin, yang dipercaya baik untuk kesehatan usus besar. Bahkan, daun bawang disebut mampu mencegah berbagai risiko kanker seperti kanker perut, lambung, hingga payudara.




(Andiasti Ajani, foto: shawn-olivier boivin blanchard, engin akyurt/unsplash.com, dorotatrupp.com.au)