×

Stay in The know

Food & Diet

Efek Kombucha, Membunuh Bakteri Hingga Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Efek Kombucha, Membunuh Bakteri Hingga Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Mondials Anindhita

Tue, 17 September 2019 at 19.57

Dengan menambahkan kombucha dalam menu makan Anda, dapat meningkatkan kesehatan tubuh menjadi lebih baik.

Durasi baca: 55 detik.


Teh kombucha merupakan salah satu minuman yang biasa dikenal sebagai teh jamur. Kombucha terbuat dari ragi dan gula yang difermentasi selama satu minggu atau lebih. Melalui proses tersebut, ragi dan gula membentuk bakteri seperti jamur di atas permukaan teh. Hal inilah yang membuat kombucha juga sering dikenal sebagai teh jamur.

(BACA JUGA: Temukan 5 Manfaat Teh Hijau untuk Wajah, Salah Satunya Mencegah Penuaan Dini!)


Gumpalan yang terjadi saat proses fermentasi merupakan koloni simbiotik hidup dari ragi dan gula. Tidak hanya itu, dari proses fermentasi tersebut juga terdapat beragam kandungan, seperti vitamin B, vitamin C, folat, dan asam amino.


Selain kandungan di atas, proses fermentasi juga menghasilkan asam asetat yang biasa ditemukan dalam cuka, serta beberapa senyawa asam lainnya, salah satunya adalah alkohol.


Perlu diketahui juga, beberapa bakteri baik juga tumbuh dalam campuran yang difermentasi tersebut. Sayangnya, belum ada bukti manfaat dari bakteri yang dimiliki kombucha. Tetapi, beberapa spesies bakteri asam laktat yang terkandung dalam kombucha, memiliki fungsi seperti pribiotik.


Bakteri pribiotik merupakan salah satu bakteri sehat, yang biasanya berfungsi pada usus Anda. Banyak aspek yang bisa diambil dari bakteri ini, seperti kesehatan pencernaan, bahkan hingga menurunkan berat badan.


Oleh karena itu, menambahkan kombucha dalam menu makan Anda, dapat meningkatkan kesehatan Anda. Healthline mencatat, ada banyak manfaat yang dimiliki oleh kombucha, ketika dikonsumsi.


KOMBUCHA MENGANDUNG ANTIOKSIDAN

Antioksidan merupakan salah satu zat, yang mampu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel di tubuh. Para ilmuwan percaya, bahwa antioksidan dari makanan dan minuman lebih baik untuk kesehatan Anda, ketimbang harus mengonsumsi suplemen antioksidan.


Kombucha, ketika dibuat dengan teh hijau, rupanya memiliki efek antioksidan untuk hati Anda. Hal tersebut pernah dilakukan pada penelitian yang melibatkan tikus, metode tersebut memaksa tikus yang secara konsisten meminum kombucha.


Sehingga melalui konsistensi mengonsumsi kombucha tersebut, mampu mengurangi bahan kimia beracun pada tubuh. Meskipun penelitian itu belum dilakukan pada manusia, setidaknya, melalui penelitian ini, kombucha menunjukkan suatu hal yang baru, untuk orang-orang yang mengidap penyakit hati.




KOMBUCHA DAPAT MEMBUNUH BAKTERI

Salah satu zat utama yang dihasilkan saat fermentasi kombucha adalah asam asetat, yang juga biasanya ditemukan pada cuka. Sama seperti polifenol dalam teh, asam asetat juga mampu membunuh banyak mikro organisme yang berpotensi berbahaya bagi tubuh.

Kombucha yang digabungkan dengan teh hijau, rupanya memiliki sifat antibakteri yang sangat kuat, terutama bakteri-bakteri yang mampu menyebabkan infeksi dalam tubuh. 


KOMBUCHA DAPAT MENGURANGI RISIKO PENYAKIT JANTUNG

Kombucha yang dikombinasikan dengan teh hijau, rupanya mampu mengurangi risiko penyakit jantung. Karena saat mengonsumsi kombucha, jantung dapat membaca dan membasi dua penanda penyakit yang disebabkan oleh LDL buruk, dan juga kolesterol HDL baik, dalam kurun waktu kurang lebih 30 hari.


Menariknya, melalui campuran teh hijau dan kombucha dapat melindungi partikel kolesterol LDL dari oksidasi, yang biasanya diduga berkontribusi besar dalam penyakit jantung. Dalam catatan Healthine, setidaknya peminum teh hijau memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung sebesar 31%, hal tersebut juga berlaku untuk orang-orang yang mengonsumsi kombucha.


(Audy Muhammad Lanta, Foto: unsplash.com/Klara Avsenik/Athena Kavis)

You Might Also LIke