Suhu air panas hingga waktu menyeduh, inilah yang perlu diperhatikan saat menyajikan teh.

Durasi baca: 1 menit.


Ketika mengalami gangguan kesehatan seperti flu atau masuk angin, orang cenderung memilih minum teh sebagai salah satu cara untuk meredakan gangguan kesehatan tersebut. Teh memang dikenal sebagai salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh.


Sayangnya, banyak orang belum tahu bagaimana cara menyajikan teh yang tepat agar khasiat yang ada di dalamnya tetap terjaga. Berikut ini GLITZMEDIA.CO telah menuliskan bagaimana cara menyajikan teh yang benar berdasarkan jenis tehnya.


Jika Anda adalah salah satu penikmat jenis teh di bawah ini, sebaiknya jangan sampai keliru lagi dalam menyajikannya ya!

(BACA JUGA: Kenali Perbedaan Jenis Teh dari Manfaatnya)


TEH HIJAU

Jenis teh pertama yang banyak disukai oleh orang-orang adalah teh hijau. Teh hijau memiliki banyak khasiat untuk kesehatan sekaligus kecantikan tubuh. Seperti mencegah penuaan, membakar lemak, meningkatkan metabolisme tubuh, hingga menurunkan risiko kanker.


Cara penyajian teh hijau berbeda dengan jenis teh lainnya. Terutama saat proses penyeduhan. Teh hijau harus disajikan dengan suhu air panas sebesar 70 sampai 80 derajat celcius saja. Kemudian teh hijau juga tidak boleh terlalu lama direndam dalam air panas. Maksimal hanya dua menit saja.


Jika suhu air panas dan waktu perendaman tidak sesuai dengan yang seharusnya, maka manfaat dari teh hijau juga akan menurun secara perlahan.




TEH PUTIH

Berbeda dengan teh hijau, teh putih juga punya cara sendiri dan terbaik untuk disajikan serta dikonsumsi. Jika teh hijau harus direndam dalam air panas dengan suhu 70 sampai 80 derajat celcius, teh putih harus lebih tinggi.


Yakni sekitar 79 sampai 87 derajat celcius. Teh putih juga hanya boleh direndam dalam air panas maksimal dua menit.  Lebih dari itu khasiat atau manfaat teh putih sudah pasti akan berkurang.


Teh putih sendiri bermanfaat untuk mencegah obesitas, menurunkan risiko gangguan jantung, memperbaiki sel-sel di tubuh yang telah rusak, melindungi gigi dari bakteri, dan masih banyak lagi.


TEH HITAM

Lain lagi dengan teh hitam. Teh hitam harus disajikan dengan suhu air yang lebih panas dari teh hijau dan teh putih. Yakni sekitar 96 sampai 98 derajat celcius. Tidak hanya airnya yang lebih panas, waktu rendamnya juga lebih lama dibandingkan dua jenis teh di atas.


Teh hitam boleh direndam dalam air panas selama tiga sampai lima menit. Jika Anda suka mengonsumsi teh hitam, maka sebaiknya perhatikan waktu rendam dan suhu air panas yang digunakan ya. Supaya manfaat yang terkandung dalam teh hitam bisa dirasakan juga oleh tubuh Anda.


TEH OOLONG

Jenis teh terakhir yang juga harus diperhatikan suhu air panas dan waktu merendamnya adalah teh oolong. Teh oolong merupakan jenis teh yang berasal dari daratan Cina, tepatnya provinsi Fujian. Teh oolong memiliki cita rasa yang khas dibandingkan dengan jenis teh lainnya.


Jika Anda dapat merebus atau menyeduhnya dengan tepat, maka cita rasa aslinya akan keluar. Yakni pahit tetapi setelah diminum akan mengeluarkan rasa manis di lidah. Maka dari itu jika Anda ingin menyeduh teh oolong, perhatikan suhu air panas dan waktu menyeduh yang dibutuhkan.


Teh oolong harus direndam atau diseduh dalam air panas dengan suhu tinggi. Yakni sekitar 96 sampai 98 derajat celcius. Tidak ada waktu minimal dalam penyeduhan. Tetapi maksimalnya hanya tiga menit saja. Lebih dari itu tidak hanya manfaatnya yang berangsur menghilang, tetapi juga cita rasanya yang khas.




(Andiasti Ajani, foto: sabri tuzcu, randy fath/unsplash.com, pexels.com/nikolay osmachko)