Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi air alkali, Anda perlu memerhatikan beberapa info penting ini. 

Durasi baca: 1 menit


Sebanyak 70% tubuh manusia terdiri dari air. Tidak hanya berperan untuk membuat sel darah, sel tulang, hingga menjaga sistem getah bening berjalan baik, air pun membantu tubuh membuang toksin melalui ginjal dan sistem pencernaan.


Itulah sebabnya, dalam hidupnya manusia pasti memerlukan air untuk menjaga kesehatan tubuh. Air mineral—atau purified water—telah terbukti memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh, seperti membantu proses detoksifikasi hingga metabolisme tubuh.


Namun kini banyak orang dihebohkan dengan air alkali atau dikenal alkaline water. Apakah benar air alkali memiliki manfaat yang lebih baik bagi tubuh ketimbang air mineral biasa?


BEDA AIR MINERAL DAN AIR ALKALI

Air mineral biasa memiliki tingkat keasaman (pH) di angka 7, sedangkan air alkali memiliki pH di atas angka 7. Air alkali adalah air yang sudah diionisasi dan memiliki kandungan kalsium, silika, potassium, magnesium, dan bikarbonat. Kandungan ini dipercaya memiliki fungsi untuk menetralisir racun yang ada di dalam tubuh.


Tak hanya itu, air alkali sering digunakan untuk membantu proses diet hingga bermanfaat untuk memperlambat proses penuaan. Dengan kandungan tersebut, air alkali sangat dibutuhkan oleh tubuh. Peningkatan kebutuhan ini disebabkan oleh semakin memburuknya gaya hidup masyarakat dunia.


Sebut saja mulai dari kebiasaan minum minuman dengan perasa dan pemanis—seperti soda dan sirup—. Banyaknya minuman seperti ini membuat tingkat racun dalam tubuh justru menumpuk. Inilah tugas air alkali yang dapat menetralisir racun dalam tubuh.


Namun, meskipun air alkali dipercaya banyak memberikan kebaikan bagi tubuh, ada juga yang berpendapat jika air ini justru dapat berdampak buruk bagi tubuh.


Pasalnya, setiap organ memiliki jumlah pH yang unik dan berbeda. Air mineral dengan pH 7—tepatnya 7,4—adalah jumlah pH paling baik bagi tubuh. Hal ini tak bisa disalahkan. Dilansir dari laman MedicalDaily.com, terlalu banyak mengonsumsi air alkali dapat menyebabkan sakit kepala, rasa lelah, nyeri otot, dan kembung karena banyaknya gas di dalam tubuh.


Lalu, apa saja yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan keuntungan dari mengonsumsi air alkali? Cermati beberapa hal berikut:


MINUMLAH MINUMAN MENGANDUNG ALKALI MAKSIMAL 3 GELAS SEHARI

Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik untuk tubuh. Untuk itu, jangan meminum lebih daripada apa yang dianjurkan. Sebaiknya, konsumsi air kali dalam jumlah seimbang dan iringi dengan konsumsi air mineral.


CEK KONDISI KESEHATAN ANDA

Tidak semua orang yang mengonsumsi air alkali mendapatkan efek yang sama. Ini disebabkan tingkat racun dan pH dalam tubuh seseorang berbeda-beda. Sebagian orang dapat meminum air alkali dengan kandungan pH 9, sementara sebagian lagi hanya sanggup meminum air alkali dengan pH 8.


Bagi Anda yang baru saja memulai, cobalah dengan mengonsumsi air alkali dengan pH yang tak terlalu jauh dari air mineral biasa.


TETAP KONSUMSI AIR MINERAL

Tak ada yang meragukan manfaat dari air mineral, karena itu jangan lupa untuk mengonsumsi 8 gelas air mineral per hari. Jangan dikurangi walaupun Anda sudah mengonsumsi air alkali.


KURANGI JUMLAH MINUM AIR ALKALI JIKA TUBUH TERASA TIDAK NYAMAN

Ketika tubuh terasa tidak nyaman setelah minum air mengandung alkali, ada baiknya Anda mengurangi jumlah atau justru menghentikan mengonsumsi air alkali untuk sementara waktu. Jika Anda baru pertama kali minum air mengandung alkali, Anda sebaiknya mencampurkan setengah gelas air alkali dengan setengah gelas air mineral biasa.

 (Anggia Hapsari, foto: Unsplash.com/ Anderson Rian, instagram.com/ Pristin/ Aqua)