×

Stay in The know

Food & Diet

7 Tanda Anda Menjalani Pola Diet yang Salah. Ayo Hindari!

7 Tanda Anda Menjalani Pola Diet yang Salah. Ayo Hindari!
Anggia Hapsari

Wed, 11 December 2019 at 09.02

Jangan buru-buru merasa senang ketika melihat jarum timbangan turun ke angka yang diinginkan. 

Durasi baca: 1 menit


Penurunan berat badan dipengaruhi oleh banyak faktor dan cara, walaupun beberapa di antaranya masih ada yang salah.  Faktor dan cara ini tetap dilakukan demi berat badan turun tanpa sadar efek buruk yang akan terjadi.  


Perhatikan beberapa hal di bawah ini. Jika Anda mengalami reaksi tersebut saat menjalankan program diet atau penurunan berat badan, sebaiknya waspada. Segera ubah gaya diet dan cara penurunan berat Anda dengan diet yang sehat. 

(BACA JUGA: Rekomendasi Makanan Kaki Lima di Jakarta Wajib Coba)


BERAT BADAN TURUN SANGAT DRASTIS

Normalnya turun berat badan yang aman sekitar ½-4 kg dalam waktu seminggu. Jika Anda bisa menurunkan berat badan lebih dari 4 kg dalam seminggu, sebaiknya Anda berhati-hati. Apalagi jika Anda mengonsumi obat pelangsing tubuh tanpa didukung olahraga yang rutin.  


Efeknya mungkin tak sekarang, tapi tubuh bisa drop atau mudah terserang penyakit saat memasuki minggu kedua dan ketiga setelah diet. Selain itu berat badan yang turun drastis juga mengurangi estetika Anda karena membuat kulit mengendur dan menimbulkan selulit.    


TUBUH LEMAS DAN TIDAK FIT

Tubuh menjadi lemas dan tidak bertenaga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Yang paling parah, pandangan Anda menjadi berkunang-kunang dan kepala selalu pusing. Coba ukur tekanan darah Anda, jika hasilnya di bawah normal—darah rendah—ini memandakan cara diet Anda salah. 


Diet yang benar tidak akan menimbulkan rasa lemas meskipun Anda membatasi porsi makan. Memerhatikan gizi seimbang dan kalori yang masuk ke dalam tubuh menjadi faktor terpenting saat melakukan program diet. 


Konsumsi sayur, buah, dan vitamin agar nutrisi dalam tubuh tetap terjaga, sehingga tubuh selalu fit dan segar. 

(BACA JUGA: Miris 3 Makanan Asli Jakarta yang Lezat ini Hampir Punah)


HAID TIDAK TERATUR

Sebaiknya, gizi dan nutrisi harus tetap dijaga dan seimbang masuk ke dalam tubuh, meskipun Anda sedang diet. Jika tidak, hal ini akan mengganggu sistem kerja tubuh dan reproduksi Anda. Hasilnya bisa terlihat saat Anda mengalami haid yang tidak teratur. Ini menandakan metabolisme tubuh tidak sehat. 


MUDAH LAPAR


Rasanya konyol jika berpikir Anda bisa menurunkan berat badan kalau tidak makan sama sekali—hanya buah saja atau sayuran saja. Diet yang baik itu memerhatikan komposisi gizi seimbang bukan hanya mengurangi porsi makanan saja. 


Anda justru disarankan tetap mengonsumsi karbohidrat, lemak, dan gula. Hanya saja, jumlah asupannya yang perlu Anda batasi secara perlahan. Jika tubuh (perut) mudah lapar, ini justru memicu Anda makan lebih banyak dan melanggar aturan diet itu sendiri.  


BUANG AIR BERLEBIHAN

Cara instan kerap menjadi jalan keluar bagi banyak perempuan yang ingin mendapatkan tubuh langsing. Kurangnya pengetahuan mengonsumsi obat dan teh pelangsing yang salah menjadi salah satu pemicu seringnya bolak-balik kamar mandi—baik itu buang air besar maupun buang air kecil. 


Keadaan ini akan berefek buruk bagi kesehatan Anda, lantaran tubuh mengalami dehidrasi kekurangan cairan, lemas, dan tidak bisa beraktivitas.   



KONDISI MENTAL TIDAK SEHAT


Wajah Anda tidak bersinar dan tidak bahagia karena merasa tertekan ketika melakukan diet. Diet yang baik harus didukung dengan pola pikir yang baik. Dengan modal ini, motivasi diet akan terasa lebih baik dijalankan. 


Percuma berat badan Anda turun, jika Anda tidak bahagia, bukan? 


SAKIT MAAG & ASAM LAMBUNG NAIK

Perubahan pola makan bisa menyebabkan sakit maag pada perut Anda. Cukup wajar jika hal ini terjadi di seminggu awal Anda diet. Anda perlu waspada jika rasa perih atau begah terjadi berlebihan dan berlanjut terus. Artinya pola diet Anda harus dikoreksi. 


Pola makan tidak teratur hingga porsi makan yang tidak seimbang—ketika makan terlalu banyak atau justru terlalu sedikit—bisa membuat sakit maag makin parah. Selain itu stres berlebihan akibat tertekan karena diet bisa memicu asam lambung naik secara cepat.  

(Agnes Priscilla, foto: unsplash.com)



You Might Also LIke