×

Stay in The know

Food & Diet

5 Nutrisi Makanan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

5 Nutrisi Makanan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak
Mondials Anindhita

Tue, 12 March 2019 at 09.02

Jangan hanya asal kenyang, otak si Kecil perlu diberi asupan gizi yang benar. 

Durasi baca: 1 menit


Sebagai seorang ibu, Anda tentu mendambakan buah hatinya tumbuh dan berkembang menjadi anak yang aktif, cerdas, dan sehat. Karena itu, Anda harus memerhatikan gizi makanan buah hati terutama di saat masih dalam masa pertumbuhan antara 1 – 17 tahun. Hal ini pun diungkapkan oleh Rita Ramayulis, DCN, M. Kes, selaku praktisi gizi klinik, kebugaran, dan olahraga.


Anak-anak pada usia tersebut dapat dikatakan memasuki masa kritis. Maksudnya, tumbuh kembang anak saat dewasa sangat bergantung pada asupan gizi apa yang ibu berikan pada saat ini. Jika ibu melewatkan moment tersebut, maka pertumbuhan anak pun menjadi cenderung lambat dan sang buah hati akan rentan terhadap penyakit nantinya,” ungkapnya saat ditemui GLITZMEDIA.CO di kawasan Taman Mini Indonesia Indah.

(BACA JUGA: Makanan Enak)



Menurutnya, anak yang sehat tidak semata-mata dilihat dari kelincahannya saat beraktivitas saja, tetapi juga fisik serta perkembangan anak.  “Indikator anak sehat yaitu ketika mereka memiliki tinggi badan yang mencapai tinggi badan ideal anak-anak seusianya. Cara termudahnya, ibu dapat membandingkannya dengan anak seusianya. Jika lebih pendek ibu harus waspada. Tinggi badan tidak selamanya karena faktor genetik, tapi bagaimana ibu memerhatikan asupan nutrisinya,” tambah Rita.


Oleh karena itu, sebenarnya ada beberapa makanan yang wajib Ibu berikan pada anak untuk menunjang pertumbuhan serta kecerdasan sang buah hati, seperti beberapa asupan berikut ini.


PENUNJANG PERTUMBUHAN ANAK

Protein



Protein menjadi hal yang penting untuk pertumbuhan anak. Protein sendiri dapat diperoleh dari seluruh produk makananan hewani dan nabati. Hewani berasal dari semua jenis hewan yang kita makan, seperti daging ayam, sapi, telur, susu, dan keju, sedangkan protein nabati, bisa ditemukan di dalam tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Sebaiknya ibu memberikan asupan tersebut secara kombinasi setiap harinya, antara nabati dan hewani, karena tiap indikator memiliki kelebihannya sendiri-sendiri.

Zinc

Zinc (zat besi), merupakan zat yang akan memacu produksi hormon pertumbuhan. Seluruh makanan yang berprotein itu mengandung zinc, sehingga ibu dapat memberikannya pada anak. Selain itu, zinc, juga banyak ditemukan pada hewan laut dan kacang-kacangan.

Kalsium


Kalsium sangat baik untuk pertumbuhan tulangnya. Saat anak berusia 18 tahun, ujung tulang akan menutup, sehingga pertumbuhannya akan terhenti. Kalsium dapat diperoleh dari susu dan beberapa jenis ikan yang dimakan dengan tulangnya, seperti ikan yang dipresto atau ikan teri tawar. Selain itu, ibu juga dapat memberikan makanan yang mengandung kacang-kacangan, terutama tempe, dan seluruh sayuran yang berwarna hijau.

PENUNJANG KECERDASAN ANAK

Karbohidrat

Otak akan berpikir ketika memiliki energi. Energi tersebut diperoleh dari glukosa, yang berasal dari seluruh sumber makanan karbohidrat. Namun, sumber karbohidrat tidak boleh berlebihan, karena akan membuat oksigen berpindah ke dalam lambungnya. Sebaiknya ibu jangan terlalu memberikan porsi makan yang terlalu banyak dan memaksakan mereka makan sampai habis.



Jika si Kecil sudah merasa kenyang, sebaiknya berhentilah untuk makan, namun biarkan sang buah hati menghabiskan lauknya yang berupa protein dan tidak memaksanya menghabiskan nasi.
(BACA JUGA: 3 Tempat Kekinian di Surabaya Wajib Coba)


Asam Lemak Esensial & Asam Folat

Asam lemak esensial, berfungsi untuk memelihara otak anak. Anda dapat memberikan makanan yang berasal dari kacang-kacangan, ikan tertentu seperti tuna, salmon, dan seluruh produk yang ditambahkan dengan omega 3 dan omega 6. Selain itu, ibu juga harus memberikan asam folat, yang biasa didapatkan dari daging dan buah-buahan.


(Elizabeth Puspa, foto: Pexels.com/ Ella Olson, Pixabay, Rajesh TP)


You Might Also LIke