Stay in The know

What's New

Acuan Mode Tahun 2019 dari IPMI Trend Show

Konsep peragaan busana yang memungkinkan pengamat mode mengboservasi lebih dekat.

Durasi baca: 1 menit 15 detik.


Sejak tahun 1986, IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia) Trend Show menjadi acuan tren bagi industri mode Tanah Air. Koleksi dalam ajang peragaan busana tersebut selalu menginspirasi untuk tahun selanjutnya. 

(BACA JUGA: Padu Padan Berani di Pekan Mode New York Spring/ Summer 2019)


IPMI tidak pernah kehabisan ide untuk menyajikan Trend Show yang berbeda. Konsep presentasi “White Cube” yang terselenggara pada tanggal 13 – 14 November 2018 di The Hall, Senayan City lalu, memungkinkan para pengunjung untuk melihat karya desainer dari jarak yang sangat dekat. Maka, setiap detail rancangannya lebih terekspos dan mengilhami pengamat mode. 


Hari pertama IPMI Trend Show 2019 diramaikan oleh peragaan busana bertajuk “Made in Indonesia” karya desainer IPMI, seperti Didi Budiardjo, Liliana Lim, Mel Ahyar, Tri Handoko, dan Yogie Pratama, serta beberapa desainer independen yaitu Danjyo Hiyoji, Rama dauhan, dan Adrian Gan. Selain itu, hadir pula karya talenta muda dari sekolah mode Indonesia yang diprediksi akan merekah di masa depan.


Norma Hauri membuka hari kedua IPMI Trend Show 2019. Koleksi bergaya keraton Jawa dengan sentuhan klasik kolonial berjajar rapi di atas panggung runway. Lalu, peragaan busana gabungan dari Andreas Odang dan Rusly Tjohnardi menutup rangkaian acara bergengsi ini melalui rancangan busana classic runway bertaraf internasional. Simak koleksi para desainer berikut ini. 


(Kissy Aprilia, Foto: Studio One Public Relation)


You Might Also LIke