Dongeng ‘Semut dan Belalang’ memiliki pesan bahwa kemalasan dan menunda pekerjaan adalah hal yang tidak baik.


Agar anak tidak tergantung dengan gadget, kamu perlu mencari cara agar anak tertarik sekaligus belajar pada suatu kegiatan baru. Salah satunya dengan membacakan dongeng lewat buku cerita yang bisa diperoleh  di toko buku.


Jenis cerita atau dongeng banyak sekali ragamnya. Mulai dari cerita rakyat hingga fabel. Salah satunya adalah dongeng ‘Semut dan Belalang’. Seperti apa sih, ceritanya? 

(BACA JUGA: Rekomendasi 3 Dongeng Sebelum Tidur yang Bisa Anda Bacakan untuk Si Kecil)




Seperti judulnya, dongeng ‘Semut dan Belalang’ bercerita soal dua jenis serangga yakni semut dan belalang. Alkisah hiduplah di sebuah kebun sekawanan semut dengan seekor belalang. Belalang sangat popular di kalangan semut karena gemar bermain musik dan suara yang ia miliki juga indah untuk didengar.


Suatu hari, belalang yang sedang bermain gitar sambil bernyanyi riang melihat sekawanan semut sibuk membawa makanan ke sarangnya. Belalang bertanya pada semut-semut tersebut, “Hai semut, apa yang sedang kalian lakukan?”.


Semut menjawab, “Kami sedang mengumpulkan makanan untuk persediaan selama musim hujan belalang.” Belalang tertawa mendengar perkataan semut. Sebab, saat itu cuaca sedang panas-panasnya.


Ia beranggapan bahwa musim hujan masih sangat lama. Sehingga buat apa mencari atau mengumpulkan makanan sekarang.