Stay in The know

Wedding

Keuntungan dan Kerugian Menjalankan Pernikahan Adat

Keuntungan dan Kerugian Menjalankan Pernikahan Adat

Pernikahan tradisonal dapat menguras anggaran berlebih.

Durasi baca: 1 menit 20 detik.


Pernikahan adat atau yang digelar secara tradisional masih populer hingga saat ini. Meski banyak pasangan yang sudah melirik pernikahan modern dengan konsep serba simpel dan intim, namun pihak keluarga masih mendominasi keputusan melangsungkan pernikahan adat. Lantas apa sebenarnya keuntungan dan kerugian dari prosesi pernikahan tradisional? 


MENGURAS ANGGARAN BERLEBIH

Setiap suku memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda. Anda harus menabung uang lebih banyak untuk menyelenggarakan pernikahan adat. Contohnya, di beberapa suku seperti Batak dan Toraja memiliki tradisi pemotongan kerbau ketika pernikahan berlangsung, sebagai simbol pembelian marga dari salah satu pihak. Selain itu, pernikahan adat atau tradisional membuat Anda harus menambah jumlah undangan, katering dan cendera mata karena perkiraan jumlah tamu biasanya lebih banyak. Sehingga, rancangan biaya mendadak melonjak dari perhitungan awal.  

(BACA JUGA: Trik Jitu Menekan Budget Pernikahan)


(Foto: Instagram.com/ Ayanggkahiyang)


TERJALINNYA KEINTIMAN DENGAN KELUARGA

Meski menguras anggaran, namun pernikahan adat mampu membuat hubungan antara keluarga besar semakin berjalan secara intim. Anda dapat lebih kenal dengan saudara-saudara jauh yang sudah lama tidak bertemu. Sehingga, silaturahmi antar kedua belah pihak—baik lelaki atau perempuan dapat berjalan secara harmonis.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke