Stay in The know

Sex & Love

Ternyata, Kurang Tidur dapat Memengaruhi Tingkat Kesuburan Seseorang

Ternyata, Kurang Tidur dapat Memengaruhi Tingkat Kesuburan Seseorang

Dapatkan fakta dan informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Durasi baca: 1 menit.


Menjaga kualitas tidur tetap teratur tidak hanya baik untuk kesehatan dan kecantikan. Tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat kesuburan seseorang. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tubuh manusia—baik laki-laki atau perempuan—memiliki hormon melatonin dan kortisol yang berfungsi untuk mengatur stres serta jam biologis seseorang.


Artinya, kedua hormon tersebut dapat mengetahui kapan waktunya Anda bangun di pagi hari dan tidur saat malam hari. Hormon tersebut diproduksi oleh kelenjar pineal yang terdapat di dalam otak. Ketika kadar melatonin di dalam tubuh meningkat, maka seseorang mulai mengalami rasa kantuk.


Tidak hanya itu, meningkatkan kadar melatonin juga memicu pelepasan hormon luteinizing (LH) dan leptin, yang memengaruhi tingkat kesuburan seseorang. LH biasanya berperan mengatur siklus menstruasi pada perempuan dan proses pematangan sperma pada laki-laki.

(BACA JUGA: Meski Kurang Tidur, Pangeran Harry Sangat Menikmati Perannya Sebagai Ayah)




Sehingga, jika Anda memiliki jam dan kualitas tidur yang tidak teratur, maka tingkat kesuburan Anda juga bisa terganggu. Ketika Anda kurang tidur, maka produksi hormon melatonin di dalam tubuh juga akan terganggu.


Ketidakseimbangan hormon inilah yang bisa menjadi salah satu pemicu seseorang sulit mendapatkan keturunan. Selain itu, kurang tidur juga dapat menurunkan produksi hormon estrogen, alias hormon seks pada perempuan. Bila hormon estrogen di dalam tubuh menurun, maka hasrat bercinta seseorang juga akan turun. 


Sedangkan pada laki-laki, kurang tidur bisa membuat produksi hormon cinta atau yang dikenal dengan testosteron ikut berkurang. Jika produksi hormon testosteron berkurang, maka mereka juga akan kehilangan gairah seksual.


Selain memengaruhi gairah bercinta, kurang tidur juga dapat mengakibatkan dampak buruk lainnya. Seperti gangguan jantung, stroke, kanker, diabetes, serta perubahan mood yang tidak stabil dan menjadi lebih sensitif. 


(Elizabeth Puspa/Andiasti Ajani, foto: twinsfisch, hutomo abrianto/unsplash.com)

Author:

You Might Also LIke